Dewi Bayu Pamungkas dan Yoga Aldi Saputra. (Foto: Humas)

Dewi Bayu Pamungkas dan Yoga Aldi Saputra. (Foto: Humas)



MALANGTIMES - Bagi sebagian besar masyarakat, mikrolet atau angkutan umum memiliki citra yang negatif. Sebagian masyarakat sering dibuat kesal dengan kebiasaan mereka yang suka ngetem sembarangan.

Stigma buruk lain adalah pengendaranya kadang seenaknya sendiri dan kondisi kendaraan kerap tidak terawat.

Lantaran perubahan zaman, mikrolet juga semakin terpinggirkan dari jalan aspal. Ditambah lagi, kepemilikan sepeda motor semakin banyak dan kini kian pesat pertumbuhan ojek online.

Nah, agar mikrolet mempunyai stigma yang positif dan kembali dilirik masyarakat, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Publik Universitas Brawijaya (FIA UB) bernama Yoga Aldi Saputra dan Dewi Bayu Pamungkas menggagas e-micer atau aplikasi elektronik mikrolet cerdas.

Dewi Bayu Pamungkas mengatakan e-micer bertujuan untuk membranding ulang mikrolet di Malang. Aplikasi e-micer memiliki suatu konsep peremajaan ulang mikrolet baik di tampilan fisik maupun pelayanannya.

Aplikasi e-micer memiliki kelebihan antara lain bisa mendeteksi jarak mikrolet, bisa mengetahui jumlah tarif, serta dapat mengetahui nama supir dan plat nomor mikroletnya.

"Dibuat sedemikian rupa agar memudahkan penumpang untuk menghubungi supir jika ada barang yang tertinggal di dalam mikrolet," ujar Dewi.

Berkat inovasi ini, Dewi dan Yoga meraih dua penghargaan pada lomba LKTIN Nusantara Innovation Summit (NIS) 2019. Kegiatan tersebut diselenggarakan beberapa waktu lalu oleh Insitut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Jatinangor, Bandung.

"Dalam kompetisi tersebut kami meraih penghargaan Top Ten Best Innovation dan Best Innovation Public Service," terang Yoga.

Dia menambahkan, e-micer saat ini masih berbentuk sebuah gagasan. Dalam proses pengembangannya nanti, e-micer memerlukan dukungan dari berbagai pihak, yaitu pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi, dan juga media.

"Dalam waktu terdekat ini kami ingin membuat aplikasinya agar bisa dilombakan di Inotek Pemkot Malang sehingga ada kesinambungan antara lomba yang kemarin di IPDN sampai ke Balitbang Kota Malang," ungkap Yoga.

Untuk kedepannya, mereka berharap aplikasi e-micer bisa terimplementasi digunakan oleh masyarakat Kota Malang.

End of content

No more pages to load