Keseruan peserta Journalist Camp 2019 saat mencoba menjadi vlogger (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Keseruan peserta Journalist Camp 2019 saat mencoba menjadi vlogger (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Journalist Camp 2019 resmi berakhir pada Senin (8/4/2019). Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (4/4/2019) lalu itu pun menyimpan banyak keseruan. Bukan hanya belajar teori dari para pakar dan youtubers kenamaan, para peserta dari 104 sekolah yang hadir juga ditantang untuk mempraktikkan setiap ilmu yang diberikan.

Dibagi dalam 10 kelompok, para siswa yang mewakili setiap sekolah terjun langsung untuk mencoba membuat vlog. Didampingi kakak pembina, para peserta mengeksplor beberapa area di Cafe Pan Java, Desa Mulyorejo Kabupaten Malang.

Keseruan membuat vlog itu pun dirasakan oleh setiap peserta yang sudah membuat tema dan materinya sendiri-sendiri. Seperti kelompok 10 misalnya, yang terdiri dari enam siswi energik dari enam sekolah yang berbeda.

Mereka adalah Nurul perwakilan dari SMPN 9 Malang, Laura perwakilan SMP Islam Sabillurosyad Malang, Jovanca perwakilan SMP Plus Azzahroh Malang, Debora dari SMP Kristen Petra Malang, Angel dari SMP Advent Malang, dan Jihan perwakilan dari SMP Islam Maarif 02 Malang.

"Seru banget, ada banyak pengetahuan baru, nambah teman, nambah wawasan juga," kata mereka secara bersamaan.

Mereka pun sangat antusias dengan setiap materi yang diberikan tiga hari sebelumnya. Sehingga di hari ke empat ini mereka bisa belajar memberanikan diri di depan kamera dan banyak peserta lainnya untuk beraksi.

"Kepanasan nggak masalah, kami seneng aja," kata mereka lagi dengan kompak.

Setelah mendapat banyak materi tentang cara membuat blog, vlog, hingga tips menjadi youtubers yang andal, mereka pun berencana untuk belajar menjadi vlogger dan youtubers. Mereka berkeinginan untuk mengeksplor Kota Malang dengan cara yang lebih kreatif.

"Setelah pelatihan ini jelas dong kami ingin buat vlog sendiri, kalau bisa jadi youtubers seperti Ini Vindi, yang kemarin menjadi pemateri," imbuh mereka.

Sederet pengetahuan baru tentang dunia digitalisasi mereka nilai sangat berguna. Selama ini mereka selalu tertarik untuk bermain sebagai vlogger. Namun masih merasa kesulitan untuk memulai sebagai youtubers yang benar.

Pelatihan yang dibuat ini pun dirasa sangat bermanfaat untuk memacu kreativitas para siswa dan memanfaatkan gadget dengan positif. Terlebih, Journalist Camp yang digelar untuk ke dua kalinya ini tidak sebatas pelatihan semata, dan masih akan berlanjut pada lomba.

Di mana setiap sekolah ditantang untuk ikut serta dalam lomba website sekolah. Selain itu, konten yang diunggah di masing-masing website dan akun youtube peserta akan dinilai oleh juri dan pemenang akan diumumkan pada Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Pendidikan.

Journalist Camp ini merupakan kegiatan kerjasama antara Dinas Pendidikan Kota Malang dengan media online berjejaring terbesar di Malang Raya, MalangTIMES. Selain itu didukung oleh Air Asia dan Indomaret.

Kegiatan Journalist Camp yang ke dua berlangsung selama empat hari di Cafe Pan Java Mulyoagung. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Malang, Sutiaji yang didampingi Direktur Utama JatimTIMES Ir. H Ghufron Marzuqi.

Kegiatan diisi oleh pemateri dan beberapa pakar mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah, youtubers kenamaan Ini Vindy, Pimpinan Redaksi MalangTIMES Hariyanto.

Selanjutnya Manager ITU MalangTIMES Aditya Fachril Bayu, Branch Manager Air Asia cabang Malang sekaligus pemilik CV Kirana Anugerah Terindah, Immanuel Ustradi Osijo, hingga konten writer Hijrah Eko Saputro. Menariknya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy juga turut hadir memberikan materi di hari ke dua dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Journalist Camp merupakan kegiatan pembinaan OSIS SMP se Kota Malang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman serta menyiapkan generasi muda untuk menghadapi era digitalisasi. 

End of content

No more pages to load