MALANGTIMES - Tim penanggulangan bencana seperti PMI (Palang Merah Indonesia) dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, sepertinya belum bisa beristirahat dengan tenang. Sebab, sejak akhir tahun 2018 hingga bulan april 2019 ini, sederet bencana alam mulai dari angin kencang, banjir, hingga tanah lonsor, datang siilih berganti di sejumlah titik Kabupaten Malang.

&

 

Terbaru, Sabtu (6/4/2019) petang, hujan deras yang terjadi sejak pukul 15.00 waktu setempat, memicu terjadinya bencana angin kencang. Akibatnya 22 rumah warga yang terbagi di dua dusun yakni Dusun Karanglo dan Dusun Gadang, Desa Kemiri Kecamatan Jabung dikabarkan rusak parah setelah diterjang angin kencang.

Seperti yang sudah diberitakan, di hari dan waktu yang nyaris bersamaan, hujan deras dan musibah angin kencang juga terjadi di Kecamatan Singosari. Tepatnya di Dusun Biru Desa Gunungrejo Kecamatan Singosari, dikabarkan jika sedikitnya delapan rumah warga porak-poranda setelah diterjang hembusan angin kencang.

Di lokasi lain, tepatnya diJalan Tohjoyo Kelurahan Pagentan Kecamatan Singosari. Dikabarkan ada 23 rumah warga yang juga terdampak akibat diterjang angin kencang. “Hujan deras tidak hanya memicu terjadinya musibah angin kencang, namun juga mengakibatkan tanah longsor,” kata Camat Singosari, Eko Margianto.

Kepada MalangTIMES.com, Eko menjelaskan, insiden tanah longsor tersebut terjadi di Perumahan Banjararum Kecamatan Singosari. Akibat terkikis air hujan, tanah makam yang berada di lokasi kejadian akhirnyalongsor. Material lonsor tersebut, menyebabkan satu unit mobil kijang nopol AE-758-SR milik Munir (warga setempat) tertimbun. Pria yang kini berusia 35 tahun itu, harus merelakan mobilnya tertimbun longsor setinggi enam meter. “Mobil baru bisa dievakuasi Sabtu (6/4/2019) tengah malam, dengan menggunakan alat berat yang didatangkan ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Eko menambahkan, selain rumah roboh akibat diterjang angin kencang yang juga memicu longsor setinggi enam meter dan panjang 8 X 3 meter. Hujan dengan intensitas tinggi juga memicu banjir. “Dari laporan yang kami terima, di saat bersamaan banjir juga terjadi di beberapa titik. Terparah akses jalan penghubung dari Singosari menuju Surabaya sempat terendam banjir setinggi lutut orang dewasa,” imbuhnya.

Mengetahui adanya sederet bencana yang terjadi di Kecamatan Jabung dan Singosari, tim gabungan dari PMI, BPBD, TNI, Polri, Tagana, perangkat desa setempat, serta berbagai relawan diterjunkan ke lokasi kejadian. Dengan dibantu warga, tim gabungan berupaya mengevakuasi rumah, mobil, dan pengguna jalan yang terdampak bencana. “Tidak ada korban jiwa atas insiden ini, kerugian ditafsir mencapai puluhan juta,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Sebagi informasi, peristiwa longsor, banjir, dan angin kencang yang terjadi bersamaan, membuat tim gabungan kuwalahan untuk melakukan proses evakuasi. “Kemarin (Sabtu) hanya sebagian saja yang bisa kami tangani, untuk itu agenda evakuasi korban yang terdampak bencana kami lanjutkan hari ini,” sambung Utomo.

Sejak Minggu (7/4/2019) pagi, tim gabungan nampak membenahi puluhan rumah warga yang atap rumahnya ambrol akibat diterjang angin kencang. Selain itu, para relawan beserta warga juga membersihkan sisa genangan air yang masuk dari atap rumah warga tersebut. Hingga minggu petang, total 53 rumah warga yang rusak akibat diterjang musibah angin kencang, sudah ditangani oleh personel gabungan. “Untuk sementara ada sebagian warga yang menutup rumah dengan terpal, sedangkan yang mengalami rusak ringan sudah diganti dengan genteng maupun asbes yang baru,” ujar Utomo.