Bukti berkas penolakan penahanan (ist)

Bukti berkas penolakan penahanan (ist)



MALANGTIMES - Kuasa hukum Yayasan Putera Indonesia (YPI) Raden Mas MH Agus Rugiarto SH, MH, melakukan perlawanan. Pengacara dari klien Rizfan Abudaeri mantan Ketua II Urusan Keuangan dan Bendahara Yayasan Putra Indonesia Malang (YPIM) yang kini mendekam di penjara itu menyebut Kejaksaan Neger (kejari) Kota Malang telah melakukan tindakan yang tidak tepat. 

Ketika dihubungi MalangTIMES.com melalui pesan Whatsapp, Agus menyatakan jika tindakan Kejari Kota Malang merupakan bentuk kriminalisasi. Makanya pihaknya akan mengajukan praperadilan. "Iya, ini langkah kriminalisasi yang dilakukan kejaksaan. Sehingga kami mengajukan prapradilan terhadap kejaksaan. Pihak yang kami prapradilan Kepala Kejati Jawa Timur,  berserta Jaksanya dan Kepala Kajari beserta Jaksa Penuntu Umum (JPU). Karena ini bagian runtuhnya keadilan,  seorang pemilik yayasan yang lama. Kok bisa ditahan," bebernya (7/4/2019).

Pengacar asal Jakarta itu menyebut, jika dalam proses penangkapan kliennya saat berada di Pengadilan Negeri (PN) Malang, dinilai tak prosedural dan banyak hal yang janggal terjadi. Sebab ia melihat, penangkapan kliennya bagaikan seperti menangkap teroris.

"Maka dari itu kami menolak penahanan. Dan kami tim kuasa hukum dari jakarta keberatan. Banyak hal janggal yang terjadi. Karena itu kami akan lakukan praperadilan," paparnya tanpa menjelaskan unsur kejanggalan.

Maka dari itu, pihaknya sesegera mungkin akan melakukan langkah mengajukan gugatan praperadilan. Dan rencananya, gugatana akan dimasukkan pada Senin (8/4/2019). "Yang diprapradilan, 1. Kejagung RI, 2.Kajati Surabaya, 3. JPU Indira K Wardana SH, 4. JPU Nisar SH,  5. Kasi Pidum Kejari, JPU Dymas Adji Wibowo SH," tulis Agus dalam pesan WhatsApp nya.

 

End of content

No more pages to load