Kanan: M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang saat menerima anugerah The Best Inspiring Leader of The Year dari IAC, beberapa waktu lalu (Ist)

Kanan: M Hidayat Kepala Disdik Kabupaten Malang saat menerima anugerah The Best Inspiring Leader of The Year dari IAC, beberapa waktu lalu (Ist)



MALANGTIMES - Menjadi pemimpin di sektor pendidikan, khususnya di wilayah Kabupaten Malang sebagai wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim), bukan perkara mudah. Apalagi dalam mengubah berbagai kebiasaan lama atau konvensional dalam dunia pendidikan yang telah berakar kuat sejak lama.

Belum dengan berbagai persoalan-persoalan yang terus menguntit dunia pendidikan di Kabupaten Malang. Seperti kualitas pendidikan sampai pada persoalan teknis lainnya.

Kondisi tersebut yang membutuhkan nakhoda berpengalaman dan mahir mengurai gelombang sebesar apapun yang menghadang. Yang kini harus dihadapi oleh M Hidayat atau akrab disapa Dayat, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang.

Dayat, yang pernah lama berkiprah di dunia pendidikan sebagai guru, secara langsung memahami berbagai persoalan di tingkat dasar pendidikan di bawah naungan Disdik Kabupaten Malang. Pengalamannya sebagai praktisi pendidikan di topang di dunia pemerintahan selama ini, yang akhirnya mengantarkan Dayat di kursi Kadisdik Kabupaten Malang, pertengahan tahun 2017 lalu.

"Di awal jabatan, saya inventarisir persoalan yang ada di dunia pendidikan Kabupaten Malang. Sekarang, sudah mulai terlihat hasilnya," ucap Dayat.

Ia menegaskan bahwa di era saat ini, perubahan paradigma serta sarana pendidikan tidak bisa menghindar dari peran dan sentuhan teknologi.

Hal ini pula yang membuat Dayat mengeluarkan berbagai kebijakan perubahan sistem di dunia pendidikan. Dari gaya konvensional ke arah pelayanan digital berkelanjutan. Smart School dengan fokus penerapan IT pun terus diwujudkan dan disempurnakan. Baik untuk keperluan internal di kedinasan pendidikan maupun dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat siswa.

"Ini era revolusi industri 4.0. Kita semua tidak bisa menghindar atau menolak hal ini. Terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang. Sekaligus sebagai alat kinerja kita sebagai pendidik," ujar Dayat.

Hasil kebijakannya yang terbilang baru di ranah IT diantaranya Education Public Servis yang meliputi E-Presensi, E-Kinerja, E-Learning. Sampai pembelajaran  berbasis IT di berbagai sekolah.

Kerja keras Dayat ini pula yang membuatnya berkali-kali mendapat apresiasi tingkat nasional. Tercatat, di tahun 2018 lalu, Dayat diganjar anugerah Kepala Dinas Terbaik di Indonesia dalam kategori pemerintahan. Prestasi tersebut berasal dari Yayasan Penghargaan Prestasi Indonesia (YPPI) yang merupakan lembaga di bawah naungan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Anugerah itu, menurut Dayat, sebenarnya sebagai bentuk apresiasi dalam mengawal sektor pendidikan yang pernah terpuruk. "Jadi anugerah ini bukan hanya hasil kerja pribadi saya saja. Ini kerja tim yang diisi orang-orang hebat yang mengelilingi saya. Mereka yang hebat. Kebetulan ini anugerah perorangan, sehingga saya yang dipilih," urai Dayat waktu itu kepada MalangTIMES.

Di tahun 2019, kembali Dayat mendapat anugerah lainnya yang tak kalah mentereng. Mantan Kabag Humas Kabupaten Malang ini menyabet The Best Inspiring Leader of The Year. Dikarenakan, menurut penyelenggara yang berasal dari Indonesia Achievement Center (IAC), Kadisdik Kabupaten Malang ini mampu memperlihatkan sosok pemimpin yang menginspirasi. 

Di tengah gelombang besar yang terus menghempas perahu kapal bernama Disdik Kabupaten Malang, Dayat dianggap berhasil oleh IAC, memberikan inspirasi kepada seluruh jajaran dan tenaga pendidik untuk terus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

"Waktu itu saya diganjar prestasi tersebut di Bali. Tapi sekali lagi ini prestasi bersama. Karena kami membangun pendidikan di Kabupaten Malang juga bersama-sama," ujar Dayat yang juga menyampaikan terpilihnya sebagai the best Inspiring Leader of the Year, merupakan bentuk kehormatan sekaligus motivasi ke depannya.

"Ini kehormatan bagi saya dan juga tantangan untuk lebih memajukan dunia pendidikan ke depannya. Terutama dalam pelayanan dan kinerja yang tentunya wajib terus ditingkatkan," imbuhnya.

Berbagai prestasi bergengsi yang lahir dari inisiasi dan kebijakan Dayat, menurut jajarannya memang benar-benar patut disematkan padanya. Puji Hariwati Plt Sekdisdik Kabupaten Malang, mengatakan, kadisnya memang terus berupaya melakukan berbagai perubahan dan beradaptasi dengan era saat ini.

"Beliau terus melakukan perubahan dan adaptasi terkait ini. Hasilnya,  E-Presensi, E-Kinerja, E-Learning telah diterapkan di sekolah dasar negeri maupun swasta. Sedang di tingkat SMP masih yang berstatus negeri yang sudah menerapkan," ucap Puji.

Pergulatan Dayat dalam melakukan reformasi di tubuh jajarannya di Disdik Kabupaten Malang pun terus dikuatkan. Dimana,  Puji menyampaikan juga, untuk internal Disdik, Kadisdik telah berhasil menerapkan E-Sakip (sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan),  E-Administrasi serta Simpel-KS (sistem informasi manajemen pelaporan keuangan sekolah).

"Jadi memang beliau layak mendapat beberapa prestasi itu," pungkasnya.

End of content

No more pages to load