Banjir Masih Melanda, Pemerintah Kota Malang Pertimbangkan Bangun Embung

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang terus berupaya meminimalisir terjadinya banjir dan genangan air yang sering melanda saat hujan deras. 

Salah satunya melalui wacana pembangunan embung yang sampai sekarang terus dipertimbangkan.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, embung merupakan waduk kecil yang bisa ditempatkan di setiap kelurahan atau kecamatan sebagai solusi banjir. 

Saat ini, pihaknya pun masih melakukan kajian dan mencarikan lahan yang tepat.

"Semua solusi pasti akan kami pertimbangkan, termasuk embung. Tapi embung memang membutuhkan lahan yang tak kecil," katanya pada wartawan belum lama ini.

Wacana membangun embung sebelumnya sempat disampaikan Bdan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang. 

Karena ada 16 titik yang telah dimasukkan dalam zona merah banjir. 

Di antaranya kawasan Jalan Galunggung, Jalan S Parman dan kawasan Jalan Borobudur.

Selain itu, ada juga beberapa kawasan lain seperti Jalan Klampok Kasri, Jalan Bukit Barisan, Jalan Dieng, kawasan pemukiman di Kelurahan Bareng, kawasan Jalan depan Plaza Araya, kawasan Sawojajar yang tingkat kerawanan banjirnya tinggi.

Berikutnya kawasan Madyopuro Gang 4, Perempatan ITN, kawasan Bandulan, Jalan Industri Barat,  kawasan Pandanwangi Taman Kalisari, Pasar Blimbing dan Tanjungrejo.

Selain embung, pemerintah Kota Malang juga terus menggalakkan pembangunan biopori. 

Dengan harapan air dapat meresap dengan baik dan tertampung dengan benar. 

Di sisi lain juga dilakukan pembenahan pada area selokan dan saluran irigasi yang selama ini dinilai banyak memicu terjadinya luapan air lantaran sampah yang menumpuk. 

 

Top