Petugas pemadam kebakaran usai berupaya memadamkan api yang membakar salah satu rumah warga, Kecamatan Lawang (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Petugas pemadam kebakaran usai berupaya memadamkan api yang membakar salah satu rumah warga, Kecamatan Lawang (Foto : PPBK Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peran orang tua untuk mengawasi putra putri mereka, sepertinya masih sering terabaikan. 

Seperti insiden kebakaran yang terjadi di Jalan Dorowati Timur, Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Jumat (5/3/2019) malam.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Tanpa didampingi orang tuanya saat asik bermain, membuat apa yang dilakukan bocah yang kini berusia tujuh tahun ini, berbuah petaka.

“Dari pendalaman kami, pristiwa kebakaran ini dipicu karena korek api. Dimana seorang anak dibiarkan bermain korek tanpa diawasi oleh orang tuanya,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Gaguk Sulistyo, Sabtu (6/4/2019).

Berdasarkan olah TKP (Tempat Kejadian Perkaa) dan keterangan berbagai saksi yang dihimpun polisi, insiden kebakaran yang terjadi di kediaman milik Hepi ini, terjadi sekitar pukul 17.10 WIB.

Diperoleh keterangan, saat kejadian berlangsung Hepi sedang tidak ada di rumahnya. 

Pria yang kini berusia 37 tahun itu diketahui sedang ada tuntutan pekerjaan di luar kota.

Praktis, saat kebakaran berlangsung hanya ada Herlin (istri Hepi) dan putranya yang bernama Gibran. 

Sesaat sebelum kejadian yang sempat menghebohkan warga setempat itu terjadi Gibran diketahui sedang bermain sendirian di kamar yang berada di pojok rumah.

Semula ibunya menduga jika putranya hanya bermain seperti hari-hari biasanya yakni memainkan mainan yang dimilikinya. 

Namun di luar dugaan, bocah ingusan itu ternyata sedang asik bermain korek api.

Awalnya Gibran hanya membakar kertas dengan korek api di tangannya. 

Namun karena masih bocah, diduga kuat api yang dimainkan Gibran, justru merambat ke sprei dan membakar kasur.

Lantaran panik, Gibran sempat berupaya memadamkan api dengan air dan perlengkapan seadanya. 

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Bukannya padam, api justru kian membesar dan membuat bocah tersebut ketakutan hingga berteriak.

Mendengar anaknya dalam bahaya, ibunya segera mendatangi sumber suara dan menyelamatkan putranya. 

Warga setempat yang mengetahui pristiwa ini, bergegas memadamkan api dengan peralatan seadanya. 

Sedangkan beberapa warga lainnya, memilih melaporkannya ke pihak kepolisian.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka atas insiden ini. Namun kerugian ditafsir mencapai Rp 100 juta,” sambung Gaguk kepada MalangTIMES.

Mendapat laporan, tim gabungan dari Polsek Lawang, PMI (Palang Merah Indonesia), dan PPBK (Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang, diterjunkan ke lokasi kejadian.

Dibantu warga, petugas berupaya memadamkan api. Beruntung, karena kesigapan petugas, api tidak sempat merembet ke pemukiman padat penduduk tersebut.

Meski demikian, satu bangunan rumah milik korban serta berbagai perabotan rumah tangga, hangus dilahab si jago merah. 

“Dua unit pemadam kebakaran yang diterjunkan, berhasil memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian,” ujar Kepala Seksi PPBK Kabupaten Malang, Agus Suyanto.