Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat hadir dalam Festival Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Pipit Anggraeni/MalangatIMES)
Wakil Presiden M. Jusuf Kalla saat hadir dalam Festival Kebangsaan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Pipit Anggraeni/MalangatIMES)

MALANGTIMES - Wakil Presiden (Wapres) Indonesia M. Jusuf Kalla (JK) hadir dalam Festival Kebangsaan yang digelar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/4/2019). Dalam kesempatan itu, orang nomor dua di Indonesia tersebut menyampaikan beberapa poin tentang kebangsaan.

JK menyampaikan, Indonesia sebagai negara memiliki keterbatasan, namun tidak sebagai bangsa. Sebab, Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda dengan negara lain. Terutama akan kebhinekaan yang selama ini selalu bersandingan tanpa ada kegaduhan.

"Negara kita ada batasnya namun bangsa tidak memiliki batasan. Walaupun identitas kita berbeda, namun selalu hidup berdampingan dengan rukun," katanya.

Lebih jauh dia menyampaikan, perbedaan dan kebhinekaan Indonesia merupakan sebuah kekuatan. Karena masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda dalam mempertahankan Indonesia.

"Coba bayangkan jika Indonesia ini isinya orang Jawa semua, pasti orangnya kalem-kalem. Kita butuh peran yang tegas juga," imbuhnya lagi.

Lebih jauh JK menyampaikan, Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia harus terus berjuang untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Di antaranya dengan menekankan pada tiga poin, yaitu aturan berbangsa dan bernegara, penguasaan teknologi, serta penguasaan ilmu pengetahuan. Ketiga hal itu dia nilai sangat penting untuk bisa mempertahankan Indonesia.

"Dua puluh tahun lagi, SDA kita bisa habis karena terus diolah. Tapi yang namanya pengetahuan, pasti tidak akan pernah hilang," jelasnya.

Karena itulah, lanjut JK, ilmu pengetahuan harus terus digali. Pemuda Indonesia terutama para mahasiswa harus terus berprestasi dan memberi manfaat. Meskipun pada dasarnya untuk mencapai prestasi bukanlah suatu hal yang mudah.

"Prestasi tidak akan dicapai dengan mudah tanpa ada kesulitan, semua harus dicapai dengan berbagai upaya," terangnya lagi.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang Dr Fauzan MPd dalam sambutannya menyampaikan, Gelar Festival Kebangsaan kedua ini sengaja dilakukan bersamaa dengan peresmian Gedung Kuliah Bersama UMM, Hotel Kapal, hingga gedung rusunawa, dan peresmian jembatan Sengkaling.

"Jembatan Sengkaling merupakan bantuan dari Kementerian PUPR. Kami sangat berterima kasih," urainya.

Fauzan juga menyampaikan, keberadaan lembaga pendidikan tinggi penting dalam merawat tradisi kebersamaan di tengah kemajemukan. Atas dasar itu, Festival Kebangsaan itu diadakan.

"UMM memiliki semboyan UMM dari Muhammadiyah untuk bangsa. Semboyan ini mengandung spirit bahwa apa yang diupayakan dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat. Sekecil apapun yang dilakukan UMM, dapat dimanfaatkan masyarakat," paparnya.

Sementara usai membuka Festival Kebangsaan, Wakil Presiden M. Jusuf Kalla meninjau pameran kebangsaan yang berisi riset penelitian dosen dan mahasiswa UMM serta produk UMKM. Sebelumnya, JK juga meresmikan gedung rusunawa UMM, Gedung Kuliah Bersama 4, Hotel Kapal, dan Jembatan Sengkaling.