Perwakilan gerakan masyarakat saber pungli sesaat usai menerima penghargaan dari BBWS didampingi perwakilan DLH Kota Batu. (Foto: istimewa)

Perwakilan gerakan masyarakat saber pungli sesaat usai menerima penghargaan dari BBWS didampingi perwakilan DLH Kota Batu. (Foto: istimewa)



MALANGTIMES - Apresiasi diberikan untuk gerakan masyarakat yang tidak rajin membersihkan sungai. Yakni Gerakan Masyarakat Sapu Bersih Pungut Sampah di Kali (Saber Pungli) di Kota Batu.

Mereka batu saja dinobatkan menjadi Duta Air Tahun 2019 oleh Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) di Surabaya. Prestasi ini diberikan oleh BBWS dalam rangka memperingati Hari Air Dunia XXVII-2019 bertemakan Semua Harus Mendapatkan Akses Air. 

Penghargaan itu langsung diberikan oleh Kepala BBWS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir Saroni Soegiarto ME kepada dua aktivis Saber Pungli. Masing-masing Mat Berlin dan Dodik.

Sedangkan untuk juara II diberikan kepada Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) Tirto Songo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.  Juara 3 diraih Kelompok Pelindung dan Pelestari Mata Air (Kepuh) Wonosalam Jombang.

Lalu apa yang membuat Saber Pungli bisa meraih prestasi? Saber Pungli telah melakukan gerakan masif atau bergerak secara mandiri. Lalu Saber Pungli mampu mengomunikasikan pentingnya kebersihan sungai dengan organisasi, kelompok, warga dan sebagainya tanpa adanya anggaran dari Pemerintah kota Batu.

“Saber Pungli Kota Batu mampu memukau dewan juri saat melakukan pemaparan di depan juri. Karena kita bisa bergerak setiap minggunya mengelilingi dan membersihkan di sungai Kota Batu dan bergerak mandiri,” kata salah satu tim Saber Pungli, Mat Berlin.

Selain itu, Saber Pungli mampu mendorong masyarakat untuk terjun bersama-sama dan membangun lingkungan bebas sampah di sungai. Mereka juga memberikan ruang edukasi dalam setiap kegiatannya.

“Ya setiap pekannya kami bersama-sama warga sekitar secara bergantian menjadi koordinator membersihkan sungai dengan sukarela di lokasi yang beda. Logistik dan sebagainya ini merupakan swadaya dari masyarakat,” imbuhnya. 

Kegiatan Saber Pungli ini berlangsung setiap hari Minggu selama 2-3 jam atau pukul 08.00-11.00. Lalu juga ada ngopi (ngobrol pintar) yang digelar dalam bentuk diskusi beragam hal.

“Ngopi ini yang kita diskusikan terkait dengan ekologi dikemas dengan cara melalui workshop, edukasi, pendampingan, dan sebagainya,” ujar Mat Berlin. 

Ia pun berharap  adanya penghargaan ini sebagai pemacu agar ke depan bisa lebih tertata terkonsep. Dan masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan sungai di Kota Batu.
 

End of content

No more pages to load