Pembekalan pelaku usaha mikro terkait perizinan usaha oleh dinas perijinan dalam sosialisasi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang

Pembekalan pelaku usaha mikro terkait perizinan usaha oleh dinas perijinan dalam sosialisasi yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang



MALANGTIMES - Tak sedikit pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang sulit berkembang. Hal itu dikarenakanmaih minimnya kesadaran untuk mengembangkan diri sehingga bisa naik kelas. Baik itu dari standarisasi, kompetensi, hingga perizinan.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Tri Widyani seusai memberikan sambutan dalam pembukaan kegiatan Sosialisai Perizinan, Penerapan, Standarisasi dan Sertifikasi Serta Penguatan/Perlindungan Bagi Usaha Mikro yang digelar di Same Hotel pada Kamis (4/4/2019).

Tri mengatakan bahwa tak sedikit usaha mikro yang ada di Kota Malang yang masih lemah untuk berkembang. Pasalnya, mereka masih belum memiliki pemahaman tentang pentingnya beberapa faktor pendukung usaha mikro agar berpotensi untuk menjadi lebih berkembang. Salah satunya terkait masalah satandarisasi dan kompetensi.

“Tujuan kegiatan ini adalah menguatkan standarisasi dan kompetensi para usaha mikro, sebab lemahnya usaha mikro karena kurang diperhatikannya adanya masalah perizinan, standarisasi, dan dan kompetensi yang masih kurang,” jelas Tri

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa adanya perizinan tersebut nantinya para pelaku usaha mikro tersebut akan bisa lebih bergerak bebas. Sebab mereka sudah memiliki sertifikasi resmi dari pemerintah yang bisa membantu memperlancar usaha mirko tersebut untuk lebih berkembang.

“Jika mereka sudah memiliki izin tersebut, seperti legalitas masalah halal, hak merek dan lain – lain seperti untuk usaha mikro bidang makanan, mereka akan bebas untuk memasarkan ke pasar modern, sehingga bisa lebih berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, puluhan pelaku usaha mikro di Kota Malang terlihat sangat antusias dalam kegiatan tersebut. Dalam pelaksanaan sosialisasi yang digelar selama 2 hari tersebut peserta diberikan sosialisai dalam 3 tahapan dengan ruangan yang berbeda. Di antaranya, terkait penerapan standarisasi dan sertifikasi, penguatan /perlindungan usaha mikro serta perijinan usaha dalam ruangan yang berbeda.

Dengan soslialisasi tersebut, Tri berharap nantinya para pelaku usaha mikro tersebut akan menjadi naik kelas dan mampu bersaing serta bisa lebih mandiri untuk ke depannya. Sehingga ia menginginkan untuk segera mengurus masalah perizinan terkait usaha mikro tersebut bagi mereka yang masih belum memiliki izin usaha. “hHrapannya, dengan adanya fasilitas dari pemerintah itu nantinya mereka akan bisa naik kelas, mampu bersaing dan bisa mandiri, semua kita fasilitasi, dan itu gratis,” pungkasnya.

End of content

No more pages to load