Uang amplop serangan fajar Bowo (validnews.com)

Uang amplop serangan fajar Bowo (validnews.com)


Pewarta

Dede Nana

Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Waketum partai Gerindra Arief Poyuono, melontarkan pernyataan yang membuat kasus OTT KPK terhadap Bowo Sidik Pangarso terkait amplop serangan fajar bernilai Rp 8 miliar bakal menyeret banyak pihak. Bahkan diprediksi bakal perkara tersebut bakal berlarut dengan daftar nama-nama baru, nantinya.

Pasalnya, Poyuono dalam pernyataannya kepada media menyebutkan amplop dengan cap jempol yang diduga untuk serangan fajar pemilu itu diperintah oleh menteri. Namun, Poyuono tak menyebut siapa menteri yang dimaksud. "Pokoknya ada, rahasia. Karena jaringannya Bowo itu jaringannya ke menteri," ucap Puyuono, berapa hari lalu seperti dilansir detik.

Waketum Gerindra inipun menyebutkan, bahwa Bowo yang juga menjadi Caleg DPR RI dapil Jawa Tengah II dari partai Golkar. Hanyalah operator yang digerakkan seseorang untuk mengurus dana serangan fajar.

Sontak saja pernyataan itu membuat berbagai pihak pun berkomentar. Tak terkecuali dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang Poyuono membeberkan bukti soal keterlibatan menteri di balik cap jempol yang ditemukan di amplop.
"Ya tunggu saja nanti hasil pengembangan pemeriksaan KPK. Pasti kasus Bowo akan nyambar ke Menteri," ujar Poyuono, Kamis (04/4/2019) seperti dilansir beberapa media nasional.

KPK pun menanggapi isu amplop bercap jempol tersebut. Melalui Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dinyatakan pihaknya masih fokus mengusut dugaan tindak pidana korupsinya, yaitu dugaan suap. "KPK fokus pada penegakan tipikornya. Belum ke detail tanda-tanda di amplop," ujarnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Bowo sebagai tersangka dengan dugaan menerima suap dari Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti lewat seseorang bernama Indung. Asty dan Indung juga sudah menjadi tersangka. Setelah melakukan OTT dan menyita barang bukti berupa amplop sejumlah  400 ribu amplop dalam 82 kardus dan 2 box kontainer. 
Di amplop tersebut ternyata ada cap jempol pada amplop berisi uang pecahan Rp 20 ribu atau Rp 50 ribu dalam 3 kardus yang sudah dibuka KPK sejauh ini.

Dugaan KPK sampai saat ini Bowo mendapatkan duit Rp 1,5 miliar dari Asty dengan cara 6 kali pemberian. Dilanjut pemberian Rp 89,4 juta melalui Indung saat OTT terjadi. Uang itu diduga merupakan bagian dari Rp 8 miliar duit yang ada di amplop.
Sisanya, Rp 6,5 miliar diduga berasal dari gratifikasi. Dimana, KPK telah mengidentifikasi siapa pemberinya, namun belum mengungkap identitas sang pemberi tersebut.

End of content

No more pages to load