Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso saat memantau verifikasi Renstra (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

Kepala Barenlitbang Erik Setyo Santoso saat memantau verifikasi Renstra (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)



MALANGTIMES - MALANGTIMES - Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, menyelenggarakan verifikasi rancangan akhir Rencana Strategi (Resntra) perangkat daerah untuk 2019 sampai 2023.

Verifikasi tersebut diikuti oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Malang, diantaranya seperti Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan beberapa dinas lain.

Hal ini berdasar dari  diundangkannya  peraturan daerah (Perda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Jadi visi-misinya Pak Wali mengenai RPJMD Kota Malang telah diundangkan  tanggal 22 Maret 2019 menjadi Perda 1 tahun 2019. Konsekuensi adalah Renstranya sebagai turunan RPJMD tersebut juga harus segera dituntaskan batas waktunya satu bulan setelah RPJMD diundangkan. Renstra ini nantinya menjadi Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Renstra perangkat daerah tahun 2019-2023," jelas Kepala Barenlitbang, Erik Setyo Santoso (4/4/2019).

Namun menariknya adalah nantinya Renstra ini harus berbasis pada struktur Organisasi Perangkat Daerah(OPD) yang baru.

"Jadi apa yang dibahas hari ini adalah Renstra dari struktur perangkat daerah yang baru, meskipun OPD baru belum terisi personel,"  paparnya.

Dimasa transisi ini, memang terdapat kendala, dimana mereka sudah harus berproses Renstranya yang masih berbasis struktur OPD lama.

Dan dari kegiatan verifikasi rancangan akhir Renstra perangkat daerah 2019 ini, Barenlitbang berharap adanya keselarasan. 

Keselarasan yang dimaksud artinya adalah semua perangkat daerah Renstranya selaras dengan apa yang diamanatkan pada RPJMD.

Sehingga target-target capaian, yang ditetapkan di dalam RPJMD itu bisa dijamin kesuksesan untuk tercapainya target tersebut.  

Karena, RPJMD  mulai pada APBD 2019, 2020, 2021, 2022, 2023. 

Dan APBD 2019 ini sendiri, saat ini sudah berjalan, bahkan untuk APBD 2020 jika sudah berproses.

"Jadi apa yang di 2019 dan 2020 ini sifatnya given, apa yang sudah dilakukan terlebih dahulu. Sehingga apa yang sifatnya perancangan, itu ada di tahun 2021, 2022, 2023 dan di situ titik awal kesuksesan," pungkasnya.

 

End of content

No more pages to load