MALANGTIMES Nendes Kombet, kata populer dari bahasa pergaulan warga Malang yang dalam bahasa Indonesia berarti bersandar di tembok. Dua kata ini menjadi judul film dokumenter yang disutradarai oleh Sa'idah Fitriah.

Film dokumenter ini akan bercerita tentang eksistensi “Boso Walikan Malang” sebagai bahasa kebanggaan Arema (Arek Malang) yang sudah ada sejak perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Fungsi awal dari bahasa walikan (terbalik) ini sebagai bahasa sandi, yang hingga kini menjadi bahasa yang mampu menciptakan rasa "Satu Jiwa". 

Beragam profesi yang terkait film dan konten turut andil dalam proses pembuatan film. Di antaranya ada nama Ade d’Kross yang aktif membina komunitas di Kota Malang, A Effendi Kadarisman, MA PhD, pakar linguistik; Abdul Wahab Adhinegoro, pengacara dan penulis “Bahasa Malangan Bukan Sekedar Bahasa Walikan; Djoko Raharjo, peneliti Boso Walikan Malang; Dwi Cahyono, arkeolog UM; Dr Imam Agus Basuki MPd, dosen Sastra Indonesia; dan Ovan Tobing, penyiar radio dan pendiri AREMA.

Film ini akan diputar dan didiskusikan pada Jumat (4/9/2015) malam ini, pukul 19.30 WIB di Kantor Malang Post Jalan Raya Sawojajar 1-9 Kota Malang. (*)