Wali Kota Malang Sutiaji (memukul gong) bersama Dirut JatimTIMES Ghufron Marzuqi dalam pembukaan Journalist Camp 2019. (paling kiri). (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Wali Kota Malang Sutiaji (memukul gong) bersama Dirut JatimTIMES Ghufron Marzuqi dalam pembukaan Journalist Camp 2019. (paling kiri). (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kegiatan Journalist Camp 2019 yang diikuti 104 SMP se-Kota Malang dibuka oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (4/4) di Warung Pan Java, Dau.

Atas nama Pemerintah Kota Malang, Sutiaji menyampaikan apresiasinya atas kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Malang bekerja sama dengan media online terbesar se-Malang Raya MalangTIMES ini.

"Atas nama Pemerintah Kota Malang saya mengucapkan ribuan terima kasih karena hari ini telah dilaksanakan kerja kolaborasi antara MalangTIMES dengan Dinas Pendidikan, melakukan sebuah kegiatan yang ke depan mudah-mudahan bisa mengekspresikan apa yang telah menjadi gagasan dan mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat sekeliling kita," ujarnya saat memberikan sambutan.
 

Sambutan Dirut JatimTIMES Ir H Ghufron Marzuqi

Sutiaji menegaskan pentingnya kegiatan ini karena perkembangan IT yang luar biasa. Dikatakan Sutiaji, kini Indonesia sudah masuk di era revolusi industri 4.0. Sedangkan di Jepang sudah memasuki era revolusi industri 5.0. Hal ini menunjukkan teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

"Saat ini kita masuk pada dunia IT. Mudah-mudahan dengan IT kita mampu menjadi khalifah (pemimpin) yang baik seperti apa yang digariskan oleh Tuhan," ujarnya.

Dalam menjadi khalifah yang baik ini, 4 hal yang perlu dimiliki manusia disampaikan Sutiaji. Pertama, mampu memfilter apa yang telah dilihat. Kedua, mampu mengoptimalkan potensi yang ada, baik dari dalam maupun dari luar.

Ketiga, mampu menggerakkan potensi itu menjadi sebuah kekuatan. Dan yang keempat, mampu menimbang dan memilih apa yang seharusnya dilakukan. "Empat poin ini ketika sudah kita lakukan, Insya Allah kita akan menjadi pemenang," imbuhnya.
 

Sambutan Wali Kota Malang Sutiaji

Sutiaji sendiri sempat bercerita mengenai dirinya yang sempat menjadi jurnalis sebelum sebelum menjadi wali kota. "Hidup saya, biaya kuliah Pak Wali Kota, itu dulu dibiayai karena nulis. Saya nulis pertama itu masalah politik," ceritanya.

Lebih lanjut Sutiaji menyampaikan, kini informasi yang masuk kepada siswa siswi begitu deras. Untuk itu diperlukan kemampuan menyaring. "Ketika kita tidak mau menyaring, maka sesungguhnya kita sudah berada pada genggaman orang lain," ungkapnya.

"Untuk itu, saya sampaikan apresiasi dan terima kasih kepada MalangTIMES dan Dinas Pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anakku sekalian bahwa dunia IT kalau sudah kita manfaatkan sebaik mungkin maka kita kelak menjadi orang yang mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat sekeliling kita," imbuhnya.
 

Sutiaji menyapa peserta Journalist Camp 2019

Ia berharap, pembelajaran yang didapat para siswa siswi di event Journalist Camp 2019 ini membuahkan hasil dan kreasi yang bagus.

Sementara itu, Direktur Utama JatimTIMES Ir H Ghufron Marzuqi menyatakan, kegiatan ini adalah bentuk partisipasi MalangTIMES untuk pendidikan di Kota Malang. "Harapan kami, seperti cita-cita Pak Wali Kota dalam memasuki era 4.0 ini, kita menyiapkan sumber daya manusia yang andal. Karena memang era sekarang sudah harus kita persiapkan dari tingkat SMP. Sehingga adik-adik, harapan kami setelah mengenal ini bisa sebagai langkah positif untuk menjadi manusia yang berguna dan menjadi kebanggaan Kota Malang," ujarnya.

Ghufron berharap, mudah-mudahan kegiatan Journalist Camp ini bisa terus dilanjutkan untuk mengawal siswa siswi di era revolusi industri ini sehingga tidak salah arah dan menggunakan teknologi dengan baik.

End of content

No more pages to load