Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sentil Detik dan Kumparan. (Ist)
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sentil Detik dan Kumparan. (Ist)

MALANGTIMES - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melontarkan cuitan terhadap dua media, yakni Detik dan Kumparan, secara lugas dan menohok. Khas gaya Susi dalam menyampaikan unek-unek-nya. 

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Cuitan Susi melalui akun pribadi Twitter-nya secara lugas menyoroti terkait artikel di dua media tersebut. Khususnya mengenai artikel sumberdaya alam berkelanjutan. Susi menuliskan, dirinya lebih menikmati komentar pembaca Detik dan Kumparan dibandingkan isi artikelnya.

"Terus terang saya lebih menikmati komentar pembaca Detik dan Kumparan daripada artikelnya. Apalagi kalau artikel itu tentang statemen untuk eksploitasi dengan cara supereksploitatif sumber daya alam berkelanjutan. Pembaca/publik jauh lebih pintar. Mereka lebih tahu tentang keberlanjutan!!" cuit sang menteri yang dikenal dengan frasa, "Tenggelamkan".

Cuitan Susi tersebut mendapat apresiasi dari warganet. 7,4 ribu akun menyukai dan 2,3 ribu meretuitnya sejak komentar menohok tersebut ditulis.

Sebagian besar warganet mendukung sang menteri dan setuju dengan cuitannya. Sebagian kecil lainnya berseberangan.

Akun @soepeno123 mendukung cuitan Susi dan menuliskan pengandaian dirinya bila menjadi wartawan Detik dan Kumparan akan sangat malu mendapat sentilan tersebut. Pun dengan beberapa akun lain yang bahkan menyampaikan agar Susi mengajak dua media tersebut jalan-jalan ke pantai.

Banyak komentar warganet yang sehati dengan Susi terkait artikel-artikel Detik dan Kumparan yang menurut @nurjoko3 agak condong ke kampung sebelah.

Dukungan warganet pun mengalir atas kiprah dan kerja Susi menjadi menteri kelautan dan perikanan yang terbilang berani dan lugas itu. Seperti yang dilontarkan @willyputradayak.


Tentu komentar berbeda pun mencuat terkait cuitan Susi. Datang dari @MikhaelPresley yang menukiskan, dirinya ingin tertawa dengan status Susi yang sok-sokan sustainablity.