Effendi alias Pendik (kanan) tersangka kasus asusila terhadap anak dibawah umur ketika dimintai keterangan oleh penyidik UPPA Polres Malang, Kecamatan Kepanjen (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Effendi alias Pendik (kanan) tersangka kasus asusila terhadap anak dibawah umur ketika dimintai keterangan oleh penyidik UPPA Polres Malang, Kecamatan Kepanjen (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Effendi alias Pendik warga Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji ini, hanya bisa pasrah saat digelandang ke ruang penyidikan UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Malang, Selasa (2/4/2019). Tersangka kasus pencabulan yang baru saja diamankan jajaran kepolisian ini, seolah tidak menunjukkan rasa bersalah ketika dicecar rca pertanyaan oleh penyidik.

Dengan kondisi kedua tangan yang masih terborgol, Pendik mengaku jika pihaknya memang sering memuaskan diri sendiri (onani). “Setiap kali ingin itu (onani), ya pasti saya lakukan,” kata Pendik saat dimintai keterangan penyidik.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Keinginan untuk beronani itulah, yang membuat tersangka nekat menyuruh tetangganya sendiri untuk membantunya melakukan kebiasaan buruk tersebut. Insiden asusila yang dialami Jelita (samaran) ini terjadi pada Selasa (19/2/2019) siang.

Seperti yang sudah diberitakan, ketika itu Jelita sedang melintas di depan rumah tersangka. Tanpa basa-basi, Pendik kemudian menyuruh bocah perempuan yang kini masih berusia 8 tahun itu, untuk mampir ke rumahnya.

Ketika di dalam rumah itulah, korban diajak ke dapur dan seketika mengolesi kedua tangan korban dengan handbody. Setelah itu, tersangka menyuruh Jelita untuk (maaf) memegang kemaluan tersangka. “Saya tidak memaksa kok. Saat itu dia (korban) pas saya minta mau saja. Hanya setelah selesai melakukan itu (onani) dia menangis,” dalih Pendik seolah ingin membantah dugaan jika dirinya memaksa dan mengancam korban.

Ketika menangis itulah, Jelita akhirnya pulang dan menceritakan semua kejadian yang baru dialaminya kepada orang tuanya. Mendengar cerita tersebut, pihak keluarga akhirnya memilih untuk melaporkan kejadian ini ke Polres Malang.

"Setelah kejadian itu, saya sempat menemui ayahnya (korban). Saya sudah minta maaf dan mengakui semuanya serta bersedia membuat surat pernyataan," tutur pria yang kesehariannya bekerja sebagai kuli batu ini.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Ketika ditanya terkait awal mula insiden asusila itu terjadi. Dalam proses pemeriksaan, Pendik mengaku jika ketika itu dirinya tak kuasa menahan nafsu birahi dan keinginannya untuk beronani.

"Saat itu nafsu saya sudah tidak bisa ditahan. Makanya ketika melihat dia (korban) lewat, saya langsung kepikiran untuk memanggilnya dan menyuruh untuk melakukan itu (onani)," terang pria yang memiliki rambut gondrong tersebut.

Sebagai informasi, bapak dua orang anak ini semula sempat dipanggil ke Polres Malang guna kepentingan penyelidikan. Namun panggilan sebanyak dua kali tersebut selalu diabaikan, sehingga petugas kepolisian berinisiatif untuk menjemput secara paksa ketika tersangka berada dirumahnya.