MALANGTIMES - Kondisi Situs Sekaran yang ditemukan beberapa waktu lalu saat ini sudah diberi pagar bambu yang melingkari situs tersebut. 

Namun, yang dibutuhkan untuk situs tersebut adalah tak hanya sekadar pagar yang terbuat dari bamu saja, namun juga atap yang melindungi situs tersbut dari panas matahari dan hujan.

Pasalnya temuan situs tersebut berupa tatanan batu bata yang mudah rapuh jika terkena panas dan hujan secara terus menerus jika tanpa perlindungan atau atap.

Pemerintah Kabupaten Malang sudah melakukan peninjauan langsung lokasi penemuan situs Sekaran pada Selasa (2/4/2019). 

Hasil peninjauan tersebut, Plt Bupati Malang Sanusi mengatakan bahwa pihak Pemkab Malang siap mengelola dan melestarikan situs Sekaran tersebut. 

Hanya saja masih menunggu rekomendasi dari pihak BPCB Jatim terkait pengelolaan situs yang berlokasi di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Kemudian, untuk melindungi situs tersebut, Sanusi mengatakan Pemkab Malang siap membangun atap di atas situs Sekaran tersebut.

“Untuk pagarnya, nanti akan dibantu oleh pihak tol, sedangkan atapnya dari Pemkab Malang” tegas Sanusi.

Sementara itu, anggaran untuk pagar situs sekaran tersbut dikatakannya masih baru bisa disiapkan tahun 2020 nanti. 

Sebab harus menggunakan anggaran saat 4Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“Kita anggarkan nanti di 2020, kalau sekarang tidak ada anggaran untuk ini, paling kalau harus mengeluarkan dana ya di PAK, bulan Agustus 2019 nanti” papar Sanusi.

Disamping itu, saat ini tak sedikit masyarakat sekitar maupun Warga Malang lainnya yang sudah mengunjugi situs Sekaran tersebut. 

Melihat adanya pagar pembatas situs yang hanya terbuat dari bambu saja, Sanusi mengimbau para pengunjung agar tidak menerobos masuk ke area situs tersebut, melainkan hanya melihat dari luar pagar pembatas saja.

“Sudah banyak pengunjung yang datang ke sini, saya mengimbau untuk melihat saja” pungkas Sanusi.