MALANGTIMES - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. Ahmad Basarah, MH. dikukuhkan sebagai Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) belum lama ini.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR RI ini mengaku bangga atas pengukuhan oleh Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd. tersebut.

“Dengan dilantiknya saya sebagai dosen Pascasarajana UMM, itu artinya saya adalah bawahannya Pak Fauzan (Rektor UMM),” ungkap pria lulusan doktor Ilmu Hukum ini dengan nada bercanda yang lantas disambut tawa riuh hadirin.

Dalam pengukuhan tersebut, Basarah sekaligus berbicara dalam gelaran Sosialisasi Empat Pilar. Basarah menyampaikan hal penting mengenai ideologi negara yakni Pancasila.

Disebutnya, ideologi yang mulai diterapkan di negara-negara tetangga saat ini adalah ideologi liberalisme kapitalisme, dimana pemilik modal yang kuat akan menguasai pasar dan mengancam pemilik modal yang lemah.

Lebih jauh, Basarah menyebutkan bahwa saat ini mulai diterapkan ideologi kebebasan. Yakni ideologi yang menyenangkan namun sekaligus membahayakan untuk warga negaranya. Hal ini dikarenakan ideologi ini dapat mengancam nilai-nilai yang ada pada ideologi Negara Indonesia yakni Pancasila.

Ia khawatir terhadap generasi penerus bangsa dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila. Lantaran banyak dari negara tetangga yang mulai menerapkan peraturan yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, seperti legalisasi LGBT. Hal ini merupakan suatu ancaman yang berbahaya untuk Indonesia.

“Thailand sudah mengajukan legalisasi LGBT tahun lalu, sedangkan pada bulan November yang lalu negara Singapura juga mengajukan permohonan pencabutan UU anti-homoseksual. Ini merupakan warning untuk warga negara Indonesia,” tegasnya.

Terlepas dari baik buruknya suatu ideologi, Basarah menyatakan bahwa ada beberapa poin yang membuktikan bahwa ideologi Pancasila yang Indonesia anut dinilai lebih baik dari ideologi lainnya.

“Yakni lebih baik dari komunisme, karena dalam Pancasila terdapat sila Ketuhanan yang Maha Esa,” tandas Basarah.

“Lebih baik dari liberalisme dan kapitalisme karena ada sila Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dan lebih baik pula dari sistem khilafah ala kelompok ekstremis ISIS, dikarenakan dalam butir Pancasila terdapat sila ketiga yakni Persatuan Indonesia,” paparnya lebih lanjut.