Kondisi korban yang sudah tak bernyawa (ist)

Kondisi korban yang sudah tak bernyawa (ist)



MALANGTIMES - Warga sekitar kawasan Pasar Induk Gadang, dibuat heboh setelah ditemukannya sesosok pemuda tak bernyawa tergeletak di tengah jalan di Jembatan Gadang (2/4/2019) yang diduga merupakan korban pembunuhan. Pemuda tersebut ditemukan dalam kondisi bersimbah darah akibat mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya.

Dari informasi yang didapat dari beberapa komentar pengguna media sosial, pemuda tersebut merupakan warga Urek-Urek, Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pemuda tersebut juga diketahui merupakan pemilik akun FB Cipponks dan Kecenkk Torento. Pada postingan beberapa foto korban, di grup medsos FB, terdapat komentar-komentar yang sempat menyebutkan jika korban sempat dibuang dari mobil saat situasi sekitar TKP sedang sepi seperti yang ditulis oleh akun Lutfi Muhammad.

"Kronologine jare ndek jembatan iku ganok wong blas. Lha terus arek iku diguwak tekan mobil, ditusuk dodoe (kronologinya, katanya di jembatan itu tidak ada orang sama sekali. Terus anak itu dibuang dari mobil ditusuk dadanya, red.)," tulis akun Fb Lutfi Muhammad.

Namun beberapa komentar lain,  seperti yang dituliskan oleh akun Yudhiarto menuliskan jika, pemuda tersebut sebelumnya sempat meminta pertolongan, namun tetap dikejar oleh pelaku sembari membawa celurit. Korban sendiri sebelumnya sudah dikejar mulai dari kawasan tempat berjualan ikan di Pasar Gadang, sampai ke jembatan. Dan saat itu tidak ada yang berani menolong karena pelaku membawa parang.

"Iku ndek cedak tokoku, ngeri bocah mau wes mlayu karo tulung-tulung tapi diuber Karo gowo clurit. Sampek kecekel dibabati (itu dekat tokoku, sudah lari, sembari tolong-tolong tapi tetap dikejar sambil bawa clurit, red.)," tulis akun Yudhiarto yang kemudian menuliskan lagi komentar "nggak tau masalahnya tapi wes diuber mulai iwak-iwakan sampai jembatan. Nggak ada yang berani menolong karena bawa paenag atau clurit," tulisnya lagi.

Sementara itu, ketika MalangTIMES mendatangi TKP, warga sekitar banyak yang mengaku tak mengetahui persis kejadian tersebut, namun kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.20 wib. Terdapat informasi, dari salah seorang anggota polisi yang berada di TKP, jika korban sebelumnya sempat berlari dari ujung jembatan yang dekat dengan Pasar Gadang kemudian lari hingga ke jembatan sampai akhirnya meninggal di tengah jembatan.

Kapolsek Sukun, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan terkait kejadian tersebut. Namun ia tidak menjelaskan secara detail, terkait kronologi kejadian tersebut. Ia hanya menegaskan karena kejadian itu terjadi di dua wilayah perbatasan Sukun dan Kedungkandang, maka kasusnya ditangani Polres Malang Kota.

"Ditangani Polres, karena masuk dua TKP, Sukun dan Kedungkandang," ungkapnya singkat tanpa menjelaskan kronologi detail (2/4/2019).

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, ketika dikonfirmasi terkait kejadian itu, sampai saat ini masih belum memberikan jawaban jelas terkait motif maupun identitas korban. Jenazah korban sendiri informasinya saat ini berada di kamar mayat RSSA.

End of content

No more pages to load