Karung-karung berisi pasir yang menjadi kado dari warga untuk HUT ke 105 Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Karung-karung berisi pasir yang menjadi kado dari warga untuk HUT ke 105 Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada peristiwa miris yang terjadi di sela kemeriahan perayaan HUT ke 105 Kota Malang. Warga yang merasa miris akan kerusakan infrastruktur jalan membuat berbagai aksi. 

Mulai dari mengirim kado berupa karung berisi pasir hingga aksi menambal jalan. 

Seperti yang terlihat di samping barat pintu gerbang Balaikota Malang sisi timur. Dua buah karung putih kusam berjajar di antara papan-papan bunga ucapan. 

Dua karung yang tingginya sekitar 30 sentimeter itu masing-masing bertuliskan Selamat Ulang Tahun ke 105 Kota Malang dan Kado Spesial dari Warga Malang. 

Salah satu pengguna jalan, Raffi PR mengaku heran melihat adanya ucapan warga yang tidak lazim itu. 

"Idenya lucu dan kreatif. Harusnya jadi tamparan keras buat pemerintah agar lebih memperhatikan kebutuhan warganya. Jangan sampai juga anggaran dipakai program-program nggak penting, tapi sarana infrastruktur utama seperti jalan itu terabaikan," ujar pria 36 tahun itu. 

Sementara itu, di Grup Facebook Komunitas Peduli Malang muncul satu unggahan terkait karung berisi pasir itu. 

Akun bernama Gusti Ridho mengunggah foto karung tersebut sembari menuliskan ucapan selamat ulang tahun bagi Kota Malang. 

"Maaf hanya ini yang bisa kami berikan. Dua karung pasir untuk menambal jalan berlubang, bukan karangan bunga yang saat sudah layu dibuang. Aspale tukuo dewe yo pak (aspalnya beli sendiri ya pak)," tulisnya. 

Postingan itu hingga pukul 13.39 WIB telah mendapat reaksi emoticon dari 2.354 orang, dikomentari sebanyak 354 kali dan dibagikan 42 kali. Beberapa komentar warga mendukung aksi tersebut. 

"Enggak perlu dirayakan. Masyarakat hanya ingin perbaikan jalan daripada uang dihamburkan untuk yang kurang bermanfaat," tulis akun Hafit Cink. 

Sementara akun Yogi Ovianda mendesak agar Pemkot Malang segera melakukan penambalan jalan. 

"Ayo pak tembelen dalane. Ayahab lek adapesan motor. Ojok meneng ae tindakane endi. (Ayo Pak ditambal lubang jalannya. Bahaya kalau menggunakan sepeda motor. Jangan diam saja, tindakannya mana)," tulisnya.