Ojol Bakal Diperbolehkan Lagi Masuk UB, tapi dengan Catatan-Catatan Ini

Apr 01, 2019 13:34
Rektor UB Nuhfil Hanani saat menjawab tuntutan mahasiswa, Senin (1/4/2019)(Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Rektor UB Nuhfil Hanani saat menjawab tuntutan mahasiswa, Senin (1/4/2019)(Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Aksi demo yang digelar Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah Brawijaya) di depan Rektorat Universitas Brawijaya (UB), Senin (1/3) dalam rangka menuntut dicabutnya aturan masuk UB wajib stiker membuahkan hasil.

Setelah melalui perundingan dari 8 presiden BEM fakultas UB dan pihak rektorat, ojek online (ojol) bakal diperbolehkan lagi masuk ke area kampus UB.

Baca Juga : Tanggapan Resmi Gojek dan Grab soal Fitur Ojek Online yang Hilang dari Aplikasi

Hal ini dinyatakan oleh Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kepada para mahasiswa demonstran. 

Nuhfil menegaskan, ojol boleh masuk dengan catatan tertentu.

"Ojol boleh masuk dengan catatan tidak boleh ngetem. Nanti kalau ada ojek ngetem, saya minta Anda mengusir ojol itu," tegasnya disahuti dengan riuh mahasiswa.

Jadi ojol tidak diperbolehkan berdiam di kampus. Nantinya, akan disediakan Drop Zone (tempat penurunan dan pengambilan penumpang).

"Kedua, ojol boleh ngambil di sini pada daerah-daerah tertentu yang disediakan oleh Rektorat dengan masukan dari perwakilan Anda (mahasiswa). Tidak boleh ngambil di sembarang tempat," tegas Nuhfil.

Mahasiswa sendiri nantinya akan membantu Rektorat penentuan Drop Zone. 

"Nanti dengan perwakilan Anda jam 4 akan ada rapat menentukan daerah-daerah tertentu tersebut," terangnya.

Nuhfil menegaskan, jika terdapat ojol yang ngetem di kampus maka hal itu adalah tanggung jawab mahasiswa.

Baca Juga : PSBB Jakarta, 5 Perjalanan KA Jarak Jauh Daop 8 Surabaya Dibatalkan

Selanjutnya, bagi mahasiswa yang bertindak sebagai ojol, Rektorat akan memberikan freepass khusus.

"Kalau ada mahasiswa yang bertindak atau berbisnis ojol tolong daftarkan, akan mendapat freepass khsusus dari Rektorat," tukasnya.

Dikatakan Nuhfil pula bahwa bus kampus nanti tidak akan ada yang beroperasi lagi dan akan dialihfungsikan untuk kepentingan akademik.

Perlu diketahui, ojol dapat memasuki area kampus Brawijaya dengan kondisi tertentu. 

Pertama membawa penumpang. Kedua, jika ingin mengambil orderan di dalam area UB, driver ojek online wajib menunjukan orderan kepada satpam yang sedang berjaga.

Ketiga, ojol dapat memasuki area kampus Brawijaya dengan memakai atribut ojek online.

Topik
MalangBerita MalangRektorat Universitas BrawijayaUniversitas Brawijayamahasiswa demonstranKampus UBAliansi Mahasiswa Resah Brawijayaaturan ojek online

Berita Lainnya

Berita

Terbaru