Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto saat menerima Piagam KIPP 2019 oleh Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto saat menerima Piagam KIPP 2019 oleh Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kerja keras Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Malang menyulap tampilan pasar-pasar rakyat atau pasar tradisional menuai apresiasi. 

Dinas yang digawangi Wahyu Setianto itu berhasil menyabet Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Kota Malang 2019. 

Menjadi tiga terbaik, hadiah dan piagam tersebut diserahkan tepat seusai upacara bendera HUT ke 105 Kota Malang, hari ini (1/4/2019) di Stadion Gajayana. 

"Tentu kami bersyukur, inovasi Revitalisasi Pasar Rakyat Modern ini semata-mata untuk meningkatkan layanan bagi masyarakat sekaligus upaya menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional," terang Wahyu. 

"Dinas Perdagangan dapat penghargaan, salah satu inovasinya telah merevitalisasi pasar rakyat menjadi pasar modern," tambahnya. 

Dalam inovasi tersebut, lanjut Wahyu, tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur semata. 

Pihak Disdag juga menjalankan serangkaian program-program yang diterapkan untuk memaksimalkan konsep modern. 

"Kami juga menerapkan e-retribusi, optimalisasi Sembako.com, serta program pengurangan sampah plastik dengan mengganti kantong kresek dengan tas kertas," sebutnya.

Wahyu mengakui, belum semua dari 27 pasar rakyat yang telah berhasil diubah menjadi pasar semi-modern. 

"Pasarnya sebenarnya ada beberapa, tapi yang pertama kemarin fokus ke Pasar Oro-Oro Dowo. Beberapa yang sedang kami benahi misalnya Pasar Klojen. Selain itu, seluruh pasar rakyat yang ada nanti akan dijadikan pasar sehat sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)," sebutnya.

Tak hanya itu, kini Disdag juga tengah mengebut untuk membangun pasar halal. 

"Ini juga inovasi baru yang terus dikembangkan sesuai visi Bapak Sutiaji, Wali Kota Malang yang menjadikan Kota Malang Bermartabat," pungkasnya. 

End of content

No more pages to load