Salah satu spot foto di Kayutangan Heritage yang banyak digemari wisatawan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)

Salah satu spot foto di Kayutangan Heritage yang banyak digemari wisatawan (Pipit Anggraeni/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Sejak beberapa pekan terakhir, Kampung Heritage Kayutangan begitu hits di media sosial. Setelah dilaunching tahun lalu, kampung yang berada di kawasan Kayutangan itu memang banyak dilirik wisatawan.

Selain menyuguhkan beragam spot foto yang ikonik dan lain daripada yang lain, wisatawan juga disuguhkan dengan bangunan-bangunan cantik yang sudah berusia ratusan tahun. Wisatawan pun dapat belajar tentang bangunan serta arsitektur kolonial Belanda.

Puluhan rumah yang mempertahankan gaya lawas itu pun masih berdiri kokoh, dan dilengkapi dengan papan informasi terkait pemilik rumah, tahun dibangunnya rumah, dan arsitek yang membangun rumah tersebut. Sehingga para wisatawan dapat melihat informasi yang ada secara langsung.

Di sana, ada rumah Namsin yang terletak tepat di pintu masuk gang 4 Kampung Wisata Heritage. Selain itu, ada juga bangunan rumah jengki yang bentuk atapnya berbeda yaitu berbentuk pelana kuda.

Dari pengamatan MalangTIMES.com, kawasan wisata heritage itu memang cukup rekomendasi untuk melepas penat. Terutama untuk yang malas ke luar kota tapi jenuh berada di rumah. Di sana, kalian bisa menambah koleksi foto dengan background bangunan tua yang masih cantik.

Selain menyediakan lokasi berfoto yang erat kaitannya dengan barang-barang jadul dan lukisan tembok, di sana juga ada banyak jembatan penghubung yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Jembatan tersebut terlihat amat cantik dan bisa banget dijadikan untuk berfoto.

Sepertinya, jembatan yang tak jauh dari gang 4 itu semakin bagus saat malam hari. Karena tepat di atas sungai dipasang lampu-lampu kecil cantik yang pastinya akan membuat suasana malam semakin indah, dan sepertinya cenderung ke arah romantis ya guys.

"Ada puluhan rumah yang ada sejak masa Belanda, bahkan sebelum Belanda. Dan itu masih ditempati sampai sesekarang. Itu yang banyak menarik perhatian wisatawan," terang Pengelola Kampung Heritage Kayutangan, Astufah pada MalangTIMES, Minggu (31/3/2019).

Dia bercerita, sejak kali pertama dilaunching sebagai kawasan wisata heritage, Kayutangan menang tak pernah sepi kunjungan. Dalam satu hari, lebih dari 50 wisatawan lokal dan mancanegara yang datang. Sedangkan saat weekend, jumlah wisatawan yang datang mencapai lebih dari 100 orang.

Mereka rata-rata adalah warga Malang Raya sendiri. Selain itu ada pula yang datang dari Surabaya, Jakarta, Bali, Semarang, bahkan mancanegara seperti Belanda, Korea Selatan, hingga Swiss. Kebanyakan mereka datang setelah melihat di media sosial.

Riyani, wisatawan yang sengaja datang berkunjung bercerita jika ia mengetahui keberadaan Kampung Heritage Kayutangan dari Media Sosial. Sederet foto cantik pun banyak ia lihat di medsos seperti Instagram, Facebook dan Twitter. Karena merasa tertarik dan penasaran, ia pun memutuskan untuk datang langsung.

Saat usai menikmati setiap kawasan, ia menilai jika Kampung Kayutangan tersebut secara umum sangat bagus. Karena selain dapat mengetahui bangunan jadul, juga dapat menemukan banyak spot cantik untuk berfoto.

"Ke depan, perlu diperbaiki terkait penataan lokasi-lokasi spotnya. Dan kalau bisa jemuran2 yang di depan rumah itu dirapihkan biar lebih enak di jalan," saran perempuan berhijab itu.

Sebagai informasi, kalian dapat memasuki kawasan Kampung Heritage Kayutangan dari berbagai gang dan sisi. Saat memasuki area, kalian akan dikenai biaya Rp 5 ribu dan akan ditukar dengan cinderamata berupa foto bangunan tua Kayutangan dan sebuah stiker.

Di sana kalian dapat bebas berfoto tanpa mengeluarkan biaya tambahan lagi. Buat yang lapar dan haus, bisa banget mampir ke beberapa warung milik wara. Harga makananya pun beragam dan terjangkau.  Gimana? Minggu depan berencana datang menikmati suasana Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang? Semoga informasi kami membantu ya guys. 

 

End of content

No more pages to load