Pertunjukan seni teater di Gedung Gajayana Kota Malang untuk peringati World Theatre Day (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)

Pertunjukan seni teater di Gedung Gajayana Kota Malang untuk peringati World Theatre Day (Luqmanul Hakim/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Ratusan pecinta kesenian teater di Kota Malang penuhi Gedung Kesenian Gajayana Kota Malang pada Sabtu (29/3/2019). Para pecinta teater tersebut duduk dengan hikmat menyaksikan pertunjukan teater yang digelar oleh komunitas Cangkrukan Teater Mahasiswa (Caktema) yang beranggotakan mahasiswa teater se-Malang dalam rangka memperingati Hari Teater Sedunia (World Theatre Day) yang jatuh pada 27 Maret.

Pertunjukan teater sendiri dijelaskan oleh Muhammad Nizard Syahrur Ramadhan merupakan sebuah pertunjukan seni yang menceritakan tentang peristiwa sehari - hari yang dikemas dalam bentuk pertunjukan.

"Teater itu pertunjukan yang menceritakan tentang kehidupan sehari - hari dimana pemerannya harus observasi secara langsung agar bisa lebih merasakan peran yang dimainkannya," ujar Nizard kepada MalangTIMES.

Ia menuturkan ada sebanyak 7 komunitas mahasiswa dari 7 kampus di Kota Malang yang mengisi panggung teater yang digelar mulai dari Sabtu (29/3/2019) hingga Minggu (30/1/2019). Ia menuturkan digelarnya pertunjukan teater dengan tajuk "Ada Apa Dengan Teater Sedunia" dengan tema "Paradigma Harmoni" tersebut merupakan sebagai bentuk pelestarian kesenian teater yang saat ini sudah mulai tergeser oleh dunia akting di perfilman.

"Saat ini teater sudah kalah dengan perfilman, sudah tergeser jauh," jelasnya.

Dengan digelarnya pertunjukan tersebut, diharapkan seni pertunjukan teater di Indonesia dan di Malang khususnya agar bisa lebih eksis lagi. Sebab, saat ini seperti yang Nizard katakan pertunjukan teater sudah mulai jarang diminati oleh masyarakat.

"Saat ini teater juga sudah mulai jarang diminati oleh masyarakat, harapan saya adanya kegiatan ini teater di Malang khususnya dan di Indonesia bisa lebih hidup lagi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load