Ridwan Hisjam (3 dari kiri) ketika bersama Akbar Tanjung dalam acara majelis sholawat di depan Stasiun Kotabaru (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)
Ridwan Hisjam (3 dari kiri) ketika bersama Akbar Tanjung dalam acara majelis sholawat di depan Stasiun Kotabaru (foto: Hendra Saputra/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Anggota DPR RI Komisi VII dari Partai Golkar, Ridwan Hisjam yang hadir dalam 'Sholawat dan Doa Bersama Untuk Indonesia' bersama Majelis Sholawat Darul Musthofa pimpinan K.H. Romo Ahmad Soeroso Bin Sodri berharap agar masyarakat menggunakan gak pilihnya pada 17 April nanti. 

Karena hal itu akan menjadi pesta demokrasi tersukses pertama yang diselenggarakan karena Pilihan Legislatif (Pileg) dan Pilihan Presiden (Pilpres) digelar bersamaan.

"Jika kita berhasil pada tanggal 17 April 2019 mendatang dimana pileg dan pilpres bersamaan, maka Indonesia menjadi negara demokrasi pertama yang mampu melaksanakan pilpres dan pileg secara bersamaan pertama kali di Indonesia," ungkap Ridwan Hisjam di atas panggung.

Datang dalam majelis sholawat, Ridwan Hisjam yang mengenakan baju putih, celana hitam dan peci hitam itu mengikuti serangkaian acara dengan khidmat.

Bahkan, ia tidak sungkan untuk mengajak majelis untuk mengumandangkan nyanyian sholawat secara keras bersama dengan K.H. Romo Ahmad Soeroso Bin Sodri.

Di sana, Ridwan Hisjam tak sendirian. Ia ditemani oleh mantan politikus senior Akbar Tanjung dan juga politikus Golkar lainnya yang berasal dari Malang Raya.

"Alhamdulillah guru politik saya, bang Akbar Tanjung bisa hadir di acara sholawat dan doa bersama malam hari ini," katanya Minggu (30/3/2019) malam.

Ketika diberi mandat untuk memberikan sambutan, Ridwan Hisjam mengatakan bahwa ia tidak ingin tenar di kalangan majelis, kyai ataupun para tokoh ulama Malang. Namun politikus Golkar yang lahir di Surabaya ini berharap agar majelis terus mendoakan Indonesia agar semakin maju dari tahun ke tahun.

"Pada tanggal 17 April 2019 waktunya masyarakat memberikan suaranya. Saya datang kesini tidak ingin dianggap tenar di kalangan majelis, tapi saya mengharapkan Darul Musthofa bersama masyarakat bersholawat dan mendoakan agar di tahun 2045 di usia 100 tahun Indonesia menjadi negara terkuat di dunia," ungkapnya.

Sementara itu, hadirnya majelis sholawat ini bertepatan dengan jelang HUT Kota Malang yang ke 105, Ridwan Hisjam berharap iringan doa juga tersematkan.

"Masyarakat terus bersholawat dan berdoa untuk Kota Malang juga, agar semakin maju,dan sekali lagi jangan lupa berdoa untuk Indonesia agar negara kita menjadi gemah ripah loh jinawi toto tentrem rahardjo," paparnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung juga menyerukan agar masyarakat menggunakan hal pilihnya dengan baik. "Dalam waktu dekat kita akan memasuki hari-hari penting dimana sistem demokrasi memberikan hak kepada masyarakat untuk memberikan suaranya. Sebagai warga negara yang baik, sebaiknya memberikan hak suara sebagai bentuk kecintaan kepada negara karena cinta kepada negara itu sebagian dari iman. Jangan Golput (golongan putih)," serunya.

Akan tetapi, Akbar Tanjung juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu bersatu dan bersama-sama dalam era politik kali ini. Karena banyak kejanggalan yang bisa memecah belah masyarakat.

"Sesama umat muslim harus saling menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia sesuai dengan dasar negara kita Pancasila. Jangan sampai ada perpecahan di tahun politik," pesannya.