Prabowo Tak Terima Disebut Pro-Khilafah, Jokowi Tolak Dituduh PKI

MALANGTIMES - Suasana debat keempat calon presiden (capres) Pemilu 2019 sempat sedikit memanas. Itu terjadi saat segmen kedua, saat moderator menyampaikan pertanyaan dari panelis tentang ideologi.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat itu mendapat kesempatan pertama menjawab pertanyaan dari moderator dengan tema ideologi. Sama halnya saat menyampaikan visi dan misinya di awal segmen, pasangan Sandiaga Uno ini menyampaikan jika Pancasila merupakan ideologi bangsa yang akan terus dia pertahankan sampai titik darah penghabisan.

Begitu juga dengan capres nomor urut 01 Joko Widodo, yang sepaham dengan pendapat Prabowo Subianto dan menyatakan Pancasila sebagai ideologi bangsa tak bisa diubah. Baik Prabowo maupun Jokowi saat itu sepakat untuk menyebarkan virus cinta Pancasila kepada para pemuda  tanpa ada intimidasi.

Namun, suhu mulai sedikit memanas ketika Prabowo menanggapi jawaban Jokowi. Saat itu, Prabowo menyinggung sederet pernyataan yang selama ini ditujukan kepadanya. Salah satunya adalah ketika Prabowo disebut pro-khilafah.

"Pendukung Anda (Jokowi; red), ada yang melontarkan tuduhan tak tepat kepada saya. Seolah saya membela khilafah," katanya menanggapi pernyataan Jokowi.

Dia pun menegaskan jika pernyataan itu sama sekali tak benar. Karena selama ini ia selalu hidup untuk mempertahankan NKRI dan membela Pancasila. "Lingkungan saya adalah membela Pancasila. Lantas kenapa saya dituduh akan mengubah Pancasila?," ucapnya dengan nada menggebu.

Pernyataan itu pun dijawab Jokowi. Mantan gubernur DKI Jakarta itu pun menyinggung adanya pernyataan yang menyebut Jokowi PKI. "Saya dituduh PKI biasa saja. Saya yang penting tetap menjaga Pancasila," ucapnya.

Lebih jauh dia menyampaikan jika politik di Indonesia saat ini perlu untuk dibenahi. Sebab, elit politik yang ada sekarang ia nilai belum memberi contoh yang baik kepada generasi muda.

"Pemimpin harusnya bisa memberikan contoh yang baik dan tidak saling menghujat, meremehkan, dan merendahkan. Kenapa politikus kita nggak kasih contoh baik, saling berkawan dan toleransi, bersahabat, kenapa tidak seperti itu agar anak muda bisa mencontoh?"  ucapnya. 

 

Top