Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan). (Tagar News).
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan). (Tagar News).

MALANGTIMES - Debat keempat calon presiden (capres) Pemilu 2019 berlangsung di Hotel Shangrila, Sabtu (30/3/2019) malam. Tema debat kali ini adalah Ideologi, Pemerintahan, Pertahanan, Keamanan, dan Hubungan Internasional.

Sederet gagasan serta visi dan misi kedua calon presiden pun disampaikan selama proses debat berlangsung. Mulai dari upaya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi bangsa hingga upaya dalam membasmi praktik korupsi.

Baca Juga : Ini Jawaban Ustaz Yusuf Mansur saat Ditanya Apakah Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Saat menyampaikan visi dan misinya, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mendapat kesempatan pertama. Dia menyampaikan jika Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia yang harus dipertahankan.

"Kami akan mempertahankan Pancasila sampai titik darah penghabisan. Jika ada yang mau mengubah, akan saya hadapi," ujar Prabowo.

Sedangkan berkaitan dengan pemerintahan, dia menyampaikan jika lembaga pemerintahan harus diperbaiki dan lebih kuat. Sebab, ia menilai, program sehebat apa pun yang direncanakan tidak akan berjalan lancar selama tidak ada upaya untuk membersihkan.

"Sebagus apa pun program, kalau pemerintahannya lemah dan jual beli jabatan, maka negara tidak akan berjalan. Kami akan bersihkan korupsi dan perbaiki kualitas pemerintahan," imbuhnya.

Sementara itu, capres nomor urut 01 Joko Widodo juga menyampaikan jika Pancasila sebagai ideologi bangsa harus terus dipertahankan. Pasalnya,  itu memang menjadi bentuk perjuangan pendiri bangsa.

Baca Juga : Dewan Dorong Pemkot Malang Salurkan Bantuan Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19

Sedangkan dalam bidang pemerintahan, Jokowi menyampaikan jika Indoensia membutuhkan dilan, yaitu digital melayani. Sebab,  ke depan, setiap layanan yang diberikan hars berbasis elektronik, dan perlu ada reformasi pelayanan publik sejak dini. "Harus ada reformasi tata kelola hingga penguatan sumber daya manusia (SDM)," ucapnya.

Jokowi juga menyampaikan jika teknologi sangat dibutuhkan dalam pertahanan negara. Sebab, kedepan orang yang akan terjadi adalah perang teknologi. Sementara dalam bidang hubungan internasional, dia menyampaikan jika Indonesia harus berdiri tegak dengan menjalankan politik bebas aktif.