Jenazah korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang menggunakan mobil ambulans. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

Jenazah korban yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja saat dievakuasi ke kamar mayat RSSA Malang menggunakan mobil ambulans. (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)



MALANGTIMES - Kejadian nahas dialami oleh seorang karyawan bengkel las Arto Moro, yang berlokasi di Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen. Akibat kecelakaan kerja, David Efendi -warga Jalan Murah Rai, Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen-tewas akibat kecelakaan kerja. Korban dinyatakan meninggal dunia saat mengelas roda truk tronton, Sabtu (30/3/2019) sore.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang Mudji Utomo menuturkan, tepatnya sekitar pukul 14.50 waktu setempat, korban sedang mengelas velg roda kendaraan truk tronton milik Yuli Setiawan, warga Porong, Sidoarjo.

Ketika itu, diketahui jika angin yang ada dalam roda masih terisi penuh. Semula saat mengerjakan pesanan pelanggannya, tidak ada tanda-tanda jika ban akan meledak. 

Namun berselang sekitar 10 menit kemudian, tiba-tiba saja ban truk tronton yang berukuran jumbo tersebut meledak. Saking kerasnya letusan ban, membuat tubuh David terpental ke udara. “Korban yang saat itu sedang mengelas, terpental ke atas setinggi lima meter,” kata Utomo kepada MalangTIMES.

Tubuh pria yang kini berusia 37 tahun itu, usai terpental ke udara, seketika terjatuh di atap bengkel las. Sedangkan Yuli (sopir truk) yang ketika kejadian berada di sekitar lokasi kejadian juga ikut terpental. Pria yang kini berusia 40 tahun itu terpental sejauh 2 meter dari lokasi kejadian.

 “Meski sempat terpental, sopir truk dinyatakan selamat. Namun korban satunya (David) meninggal dunia atas insiden kecelakaan kerja ini,” sambung Utomo.

Warga sekitar dan pemilik bengkel las yang mengetahui kejadian ini seketika berupaya menyelamatkan korban. Sedangkan sebagian lainnya menyempatkan diri untuk menghubungi PMI dan BPBD (Badan Penanggualangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang. Termasuk melaporkan ke petugas Polsek Kepanjen.

Tidak lama berselang petugas gabungan yang mendapatkan laporan, bergegas mendatangi lokasi kejadian guna mengevakuasi korban yang meninggal.

Anggota SAR PMI Kabupaten Malang Sarianto yang pertama datang ke lokasi menuturkan, saat ini jenazah korban sudah dibawa ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang, guna kepentingan penyelidikan dan dilakukan visum.

Hingga berita ini ditulis, petugas kepolisian masih menggali keterangan dari beberapa saksi. Selain itu, di lokasi kejadian juga masih terpasang garis polisi selama proses penyelidikan berlangsung.

"Sopir truk yang selamat hanya mengalami luka ringan saja. Sedangkan korban yang meninggal dunia, mengalami luka parah, yakni mengalami patah tulang lengan kanan dan kaki kiri," terang Sarianto.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kepanjen Iptu Supriyadi ketika dikonfirmasi membenarkan akan insiden kecelakaan kerja yang memakan satu korban jiwa tersebut. Hingga saat ini pihaknya mengaku masih melakukan olah TKP  (tempat kejadian perkara) dalam upaya penyelidikan kasusnya. 

Tidak sendirian, pihaknya juga berkoordinasi dengan tim Identifikasi Polres Malang. “Sekarang kami masih berada di lokasi untuk menyelidiki kasus ini. Untuk perkembangan kasusnya, nanti kami informasikan lagi," pungkasnya.

End of content

No more pages to load