Gigi gingsul merupakan standart kecantikan di Jepang. (Foto: istimewa)

Gigi gingsul merupakan standart kecantikan di Jepang. (Foto: istimewa)


Editor

A Yahya


MALANGTIMES - Setiap negara memiliki standar kecantikan tersendiri. Bahkan standart cantik berupa tampilan tubuh yang ideal, kulit putih, rambut lurus dan wajah tirus. Namun ternyata di beberapa wilayah berbagai negara lain memiliki patokan atau standar kecantikan yang cukup unik dan mungkin bisa membuat geleng-geleng kepala.

Berikut standar kecantikan dari berbagai belahan dunia unik dan cukup ekstrem, antara lain:

1. Telinga Panjang, Suku Dayak Indonesia

Pemanjangan daun telinga di suku Dayak, Indonesia ini dianggap sebagai standar kecantikan wanita di sana. Telinga mereka ditindik dari usia mereka masih belia dan diberi anting berat dari kuningan yang dipakai untuk memanjangkan daun telinga. Namun, sayang sekali sudah banyak generasi muda di suku ini yang tidak melakukan pemanjangan daun telinga lagi.

2. Plester Hidung, Iran

Di Iran, menggunakan plester setelah operasi di hidung merupakan tren kecantikan. Itu seperti menunjukkan kepada orang-orang kalau yang menggunakan plester tersebut baru saja melakukan operasi hidung. Walau belum tentu mereka melakukan itu.

3. Tubuh Gemuk, Mauritania

Jika sebagaian besar perempuan saat ini berloma-lomba untuk memperoleh tubuh langsing, maka lain halnya dengan perempuan di Mauritania. Bagi mereka, tubuh gendut dengan adanya lipatan-lipatan lemak adalah simbol kecantikan ideal. Demi mendapatkan bobot tubuh yang berlebih, para perempuan disana dituntut sejak kecil untuk mengonsumsi 16.000 kalori dalam sehari.

4. Gigi Runcing, Mentawai Indonesia

Di pedesaan Mentawai di Indonesia, para wanita dianggap terlihat lebih cantik jika gigi mereka dipahat menjadi runcing, tanpa menggunakan obat anastetik apapun. Para gadis-gadis suku Mentawai diwajibkan melakukan ritual mengukir atau memahat gigi. Semakin tajam dan runcing gigi mereka, maka semakin cantik juga parasnya.

Di suku ini, pemahatan gigi wanita dianggap untuk menyeimbangkan kecantikan tubuh dan jiwa mereka. Jika seorang wanita tidak peduli dengan bentuk tubuh mereka, dipercaya mereka akan sakit dan mati. 

5. Rambut Gimbal, Suku Himba Afrika

Rambut gimbal dan kulit merah menjadi standar kecantikan wanita Suku Himba di Kaokoland Namibia, Afrika. Menjelang masa puber atau kedewasaan, para remaja wanita Suku Himba mulai menghiasi rambut mereka dengan pemasangan rambut extension (sambung).

Rambut Extension ini terbuat dari kulit sapi, kambing, jerami dan bulu mantan eh bulu kambing deng. Para wanitanya setiap hari akan melapisi rambut mereka dengan Otjize, yaitu lemak hewan yang dicampur dengan tanah berwarna merah.

6. Gigi Gingsul, Jepang

Gigi gingsul pada perempuan disukai oleh para laki-laki di Jepang. Menurut mereka, gigi gingsul membuat perempuan terlihat imut.

7. Pembolongan Bibir, Ethiopia

Suku Mursi di Ethiopia percaya bahwa melakukan pembolongan pada bibir bisa membuat para wanita menjadi lebih cantik. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan sebagai persiapan pernikahan.

Tradisi pembolongan bibir ini dilakukan pada wanita berusia 13 tahun. Selama 6-12 bulan, mereka harus menjalani serangkaian prosedur peregangan bibir dengan menggunakan piring tanah liat yang besar dan berat. Di mana piring tanah liat tersebut merupakan hasil kerajinan mereka sendiri.

8. Penutup Hidung, Suku Apatani India

Suku Apatani berasal dari Arunachal Pradesh, India. Wanita-wanita di sini dianggap paling cantik diantara suku tetangga lainnya. Untuk terlihat lebih menawan lagi, wanita suku suku Apatani memakai colokan hidung untuk menarik perhatian lawan jenis.

9. Leher Panjang, Myanmar

Standart kecantikan di negara Myanmar, adalah memiliki leher yang panjang. Leher yang panjang berada di suku bernama Kayan yang mempunyai cara tersendiri yakni dengan memasang beberapa kalung besi di leher sejak gadis tersebut masih berusia 5 tahun.

10. Kaki Kecil, China

Standar kecantikan kaki kecil ini terjadi pada China kuno. Mereka memiliki standar kecantikan yang aneh, untuk menunjukan kecantikanya masyarakat china kuno harus mempunyai telapak kaki kecil yang mungil, sehingga wanita china kuno mengikat telapak kakinya sejak masa kecil mereka.

End of content

No more pages to load