Lonceng Jam atau dikenal sebagai Stadsklok di kawasan Kayu Tangan yang akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya (Istimewa)

Lonceng Jam atau dikenal sebagai Stadsklok di kawasan Kayu Tangan yang akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya (Istimewa)



MALANGTIMES - Saat berkendara melewati kawasan Kayu Tangan, tepatnya di perempatan PLN Kota Malang, tentu pandangan kita tak akan luput dari sebuah jam atau lonceng berukuran besar yang berdiri kokoh tepat di tengah-tengah jalan.

Dulu, lonceng yang pada bagian tiangnya juga memberi petunjuk arah ke beberapa daerah itu lebih dikenal dengan istilah Stadsklok. Sekilas memang bentuknya sama seperti lonceng pada umumnya. Tapi ternyata, lonceng tersebut menyimpan banyak kenangan dan bernilai sejarah loh guys.

"Dan tahun ini rencananya jam lonceng di Kayu Tangan di depan PLN akan ditetapkan sebagai Cagar Budaya," kata Kasi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung H Buana pada wartawan.

Dia menjelaskan, lonceng tersebut akan ditetapkan bersama dengan bangunan, struktur, dan benda peninggalan lain sesuai kriteria Cagar Budaya. Sehingga akan semakin banyak benda dan bangunan yang ditetapkan sebagai Cagar Budaya setelah sebelumnya 32 bangunan dan benda ditetapkan pada 2018. "Tahun lalu ada 32, maka tahun ini harapannya lebih dari itu," jelas Agung.

Keberadaan Stadsklok ini memang menjadi salah satu ikon penting bagi kota yang juga berjuluk sebagai kota bunga ini. Terlebih jam berukuran besar tersebut berada di kawasan Kayu Tangan bagian utara yang notabene akan menjadi gerbang kawasan Heritage Kota Malang.

Di Indonesia, Stadsklok bisa ditemukan di beberapa daerah. Salah satu yang paling terkenal adalah Jam Gadang yang berada di Bukittinggi. Lonceng setinggi 26 meter itu disebut sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Contreleur (Sekretaris Kota).

End of content

No more pages to load