PAD Tinggi, Pemkot Malang Terus Genjot Perusahaan Daerah

Mar 30, 2019 09:15
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Beban meraih pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Malang makin tinggi. Karena itu, Pemerintah Kota Malang terus menggenjot perusahaan daerah. Sederet perusahaan daerah dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan di masing-masing sektor.

Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, PAD Kota Malang saat ini sudah mencapai angka Rp 1,5 triliun. Dia pun optimistis, dalam lima tahun ke depan, PAD Kota Pendidikan ini mampu mengalami kenaikan hingga Rp 2 triliun. "Saya optimistis ketika investasi dibuka lebih besar, maka PAD bisa mencapai Rp 2 triliun," katanya baru-baru ini.

Menurut Sutiaji, sederet perusahaan daerah yang dimiliki akan dimaksimalkan melalui berbagai inovasi. PD RPH (Rumah Potong Hewan), misalnya, ke depan tidak hanya bergerak pada bidang potong hewan saja, melainkan akan bergerak untuk usaha lain seperti pengelolaan parkir dan UMKM.

Selanjutnya PDAM, menurut Sutiaji, telah dimaksimalkan dengan usainya pemilihan direksi. Direktur utama yang lolos seleksi pun sudah ditantang untuk menaikkan pendapatan dari yang semula Rp 42 miliar menjadi Rp 90 miliar pada 2023 mendatang.

"Dan September mendatang, Alun-Alun Mall sudah kembali ke tangan Pemerintah Kota Malang. Tentu ini sebuah angin segar," papar politisi Demokrat itu.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan

Sutiaji menjelaskan, Alun-Alun Mall nantinya akan dijadikan sebagai mal UMKM. Pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada perusahaan daerah. Perusahaan daerah tersebut akan berutang ke Kementerian Keuangan dengan bunga empat persen.

"Demikian juga rumah sakit dari kelas D akan dinaikkan menjadi C agar BPJS memberi layanan baik. Dan puskesmas sebentar lagi menjadi BUMD untuk layani masyarakat karena sekarang orang miskin seolah tidak boleh sakit," pungkasnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
MalangBerita MalangPemkot MalangPerusahaan DaerahWali Kota MalangSutiajiPendapatan Asli Daerah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru