Ika Ningtyas, Penulis buku sekaligus jurnalis saat menjelaskan karya tulisnya dalam bedah buku Menambang Emas di Tanah Bencana (Luqmanul Hakim/Malang Times)
Ika Ningtyas, Penulis buku sekaligus jurnalis saat menjelaskan karya tulisnya dalam bedah buku Menambang Emas di Tanah Bencana (Luqmanul Hakim/Malang Times)

MALANGTIMES - Banyak isu lingkungan yang terlewatkan oleh media, khususnya media lokal. Bahkan di saat isu lingkungan tersebut sangat relevan untuk saat ini untuk mengajak orang agar lebih peduli terhadap isu lingkungan yang ada di sekitar mereka.

Hal itulah yang dijelaskan Ika Ningtyas Penulis Buku sekaligus jurnalis saat bedah buku karyanya berjudul "Menambang Emas di Tanah Bencana". Pernyataan itu sekaligus mendasari karya tulis yang dibukukannya tersebut.

Ia mengatakan bahwa alasan utamanya untuk membukukan karya jurnalistiknya tersebut merupakan untuk melengkapi narasi dari krisis ekologi yang terjadi di berbagai tempat, khusunya dalam tulisannya tersebut di Kabupaten Banyuwangi.

"Sederhananya untuk melengkapi narasi dari krisis ekologi yang terjadi di Banyuwangi dan praktek yang ada di tempat lain," ujar Ika kepada Malangtimes.com seusai diskusi bedah buku karya tulisnya, Jumat (29/3/2019)

Dalam diskusi tersebut, puluhan peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan umum khidmat mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Ika tentang isi buku tersebut. Buku yang berisi tentang karya tulis jurnalistik dan dibuatnya dalam waktu 10 tahun tersebut tak hanya sebagai bahan bacaan untuk mengisi waktu luang saja.

Pasalnya, dalam buku tersebut, ia mengajak semua pihak, dan juga para jurnalis untuk lebih melek terhadap isu lingkungan yang ada di sekitarnya. "Sebenarnya lebih ke motivasi untuk mendorong supaya isu lingkungan itu lebih mendapat tempat terutama untuk medial lokal harus punya perspektif lingkungan. Karena kondisi ekologi itu terjadi di berbagai tempat dan tidak banyak media yang berikan porsi terhadap isu tersebut," paparnya.

Ia berharap dengan adanya diskusi tersebut nantinya tak hanya dari media saja, namun juga dari mahasiswa agar bisa menjadi jurnalis warga. Sehingga bisa menuliskan hal tersebut di media yang mereka miliki dan ikuti, baik medsos ataupun media lainnya.

"Karena mereka generasi milenial yang sudah digital native, daripada mengisi kontennya dengan sesuatu yang narsisistik, kenapa tidak mulai mengisi konten tersebut dengan sesuatu yang bisa membantu masyarakat yang terpinggirkan," pungkasnya.