Jalan rusak dan berlubang di Jl. Sultan Agung Kota Malang dikarenakan rembesan air pipa air PDAM Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Jalan rusak dan berlubang di Jl. Sultan Agung Kota Malang dikarenakan rembesan air pipa air PDAM Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



MALANGTIMES - Ketua DPRD Kota Malang, Bambang Heri Susanto beri apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang dalam upaya mengatasi jalan berlubang. Hal itu disampaikan Bambang ketika sidang paripurna dengan agenda Peringatan HUT Kota Malang 105 yang berlangsung pada, Jumat (29/3/2019).

Menurutnya, upaya pemerintah Kota Malang dalam menangani jalan berlubang cukup tanggap. Karena ada langkah konkret yang ditunjukkan, meski saat ini laporan tentang jalan berlubang terus bertambah dari titik yang dilaporkan awal.

"Awal yang dilaporkan ke saya ada 11 titik, sekarang bertambah menjadi 28 titik. Ini jalan berlubang apa lubang yang berjalan," guraunya sembari menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang.

Tapi meski begitu, lanjutnya, kerja Pemerintah Kota Malang melalaui Dinas PUPR perlu diapresiasi. Karena dari laporan yang dibuat oleh Komisi C DPRD Kota Malang dalam sidak yang dilakukan, sudah ada langkah penanganan yang dilakukan. Meski semuanya memang belum tuntas dilaksanakan.

"Dan saya harap pemerintah terus sigap dalam menangani permasalahan yang ada. Seperti jalan berlubang, di mana pemerintah langsung turun ke lokasi, meski masih ada beberapa titik yang dilaporkan," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan jika pemerintah terus melakukan evaluasi terkait kondisi jalanan. Selain itu juga akan dilakukan pemantauan serta inventarisir beberapa titik jalan yang perlu untuk segera dibenahi.

"Sehingga dana insidental diperhitungkan lebih rinci, dan ada perbaikan jalan tanpa harus melakukan lelang," urai Sutiaji.

Sejak beberapa pekan terkahir, kondisi jalanan di Kota Malang memang banyak mendapat protes pengguna jalan. Lantaran ada beberapa titik yang mengalami kerusakan dan berlubang. Sehingga masyarakat menuntut agar pemerintah segera melakukan perbaikan. 
 

 

End of content

No more pages to load