MALANGTIMES - Kemendikbud janji berikan perhatian pada situs Sekaran yang ditemukan secara tidak sengaja oleh petugas Jasa Marga Pandaan-Malang saat pembangunan tol Mapan seksi V di kilometer 37. Hal tesebut dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bahwa ia akan berikan perhatian kepada situs Sekaran di Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ia mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Balai Penelitian Arkeolog, dan juga Pemprov Jatim sesuai dengan kapasitasnya terkait situs Sekaran tersebut. Ia mengatakan bahwa situs tersebut nantinya akan diamankan dengan undang - undang yang ada, sehingga tidak boleh disentuh untuk kepentingan lain dan harus dilindungi.

"Nanti situs itu akan kita amankan sesuai dengan undang - undang. Tidak boleh diekploitasi untuk kepentingan lainnya. Harus dilindungi situs itu" tegas Muhadjir kepada Malang Times.

Ia mengatakan bahwa pemeliharaan dan pelestarian situs purbakala adalah tugas dari kemendikbud. Tugas tersebut, nantinya dengan melakukan pengkajian terkait nilai sejarah dari temuan situs tersebut oleh pibak terkait. "Tugas mendikbud itu, memelihara situ purbakala dan melestarikannya" ujarnya

Sementara itu, adanya wacana untuk pemanfaatan situs sebagai tempat wisata, ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberkan support hal tersebut bersama Kementrian Pariwisata. Namun juga masih menjadi tanggung jawab dari pihak kemendikbud. "Untuk pemanfaatan sebagai wisata, itu kita akan support bersama dengan kementrian Pariwisata," pungkasnya.