Ditarget Pendapatan Rp 99 Miliar, Dirut PDAM Kota Malang Pilih Bersikap Realistis

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang langsung menetapkan target tinggi bagi jajaran direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terpilih. Hingga 2023 mendatang, perusahaan plat merah itu dituntut bisa mendapatkan keuntungan senilai Rp 99 miliar. 

Hari ini (28/3/2019), Wali Kota Malang Sutiaji langsung menggelar Lelang Kinerja untuk menetapkan target-target yang harus dicapai oleh tiga direktur baru PDAM Kota Malang. Yakni M Nor Muhlas sebagai direktur utama (Dirut), Ari Mukti sebagai direktur teknik, serta Mokhamad Saifudin Zuhri sebagai direktur administrasi dan keuangan. 

Sutiaji mengungkapkan, masalah kontribusi PDAM terhadap pendapatan asli daerah menjadi salah satu perhatian. "PDAM ini memang urusan pelayanan, tapi sebagai perusahaan daerah juga mesti ada sisi korporasi dan ada profitnya. Posisinya saat ini sudah sehat, tapi harus lebih tinggi labanya," tuturnya saat membuka Lelang Kinerja yang digelar di ruang rapat wali kota di Balaikota Malang.

ia juga menegaskan bahwa tujuan utama PDAM adalah pelayanan bagi masyarakat. Sehingga deviden yang naik bisa dikembalikan ke rakyat dalam bentuk pelayanan yang prima. Pada 2018, pendapatan PDAM Kota Malang mencapai Rp 33 miliar. Dalam lelang tersebut, target yang ditawarkan untuk dipenuhi mencapai Rp 66 miliar atau naik dua kali lipat. 

Selain masalah peningkatan pendapatan, beberapa hal juga disorot dalam Lelang Kinerja. Di antaranya soal kesehatan organisasi yang meliputi aspek keuangan, layanan, operasional dan sumber daya manusia (SDM). Juga terkait kualitas layanan, kontribusi terhadap PAD, penyelesaian konflik sumber daya air, alternatif baru sumber mata air atau air olahan, serta pengembangan bisnis lainnya. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang mengungkapkan, salah satu target yang ditetapkan yakni penambahan setidaknya tiga tambahan bisnis yang akan dibuka pada 2020 mendatang. 

"Awalnya ditarget Rp 55 miliar, tapi berdasarkan aturan terbaru bahwa target perusahaan daerah harus minimal 10 persen dari nilai asetnya. Jadi dinaikkan Rp 66 miliar, dan sebagai dewan pengawas PDAM saya optimis bisa dicapai," sebutnya.

Dirut PDAM Kota Malang M Nor Muhlas belum secara lugas menyanggupi target-target yang diberikan. "Bukan tidak berani, tapi kami realistis. Penyelesaian persoalan tentu akan membuat kami mengeluarkan biaya, itu jadi pertimbangan," sebutnya.

Top