Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

MALANGTIMES - Hingga kini publik masih dibuat bertanya-tanya atas sikap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang belum memberikan keterangan terkait anaknya Fuad Bernardi yang baru saja diperiksa di Polda Jatim. Fuad diduga terlibat dalam proses perizinan proyek basement RS Siloam Hospital yang kemudian menyebabkan amblesnya Jalan Raya Gubeng. Selain Fuad anak emasnya Ery Cahyadi yang ketika itu menjabat sebagai kepala di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) juga dipastikan tahu masalah keluarnya proses perizinan proyek tersebut.

Sebelumnya Kasubbag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser berjanji jika nantinya Wali Kota Risma pasti akan secepatnya memberi keterangan terkait masalah ini. Namun dia tidak bisa memastikan kapan waktunya. Sehingga saat Risma masih di Surabaya, Fikser menghalangi wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung.

Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf

Setelah tiga hari berlalu Risma ternyata masih belum kunjung juga memberikan keterangan. Dia diketahui malah berada di luar negeri. Tepatnya di Kota St. Petersburg, Russia.

Fikser menjelaskan Risma di sana atas adanya undangan kunjungan kerja sebagai pembicara di International Education Forum. Forum tersebut menjadi sebuah platfrom terbuka untuk diskusi, pertukaran pengalaman dan dialog professional terbuka dari para ahli di bidang pendidikan.

“Jadi Ibu Wali Kota Risma diundang melalui kedutaan besar Rusia yang ada di Kota Jakarta secara khusus sebagai pembicara di acara tersebut, pada plenolitation topic, 29 Maret mendatang,” ujarnya.

Risma sudah berangkat menuju Kota St Petersburg Rusia pada Rabu, (27/03/19) malam dan diperkirakan akan kembali tiba di Kota Surabaya pada Minggu, (31/03/19). Selama beberapa hari tersebut, Risma berangkat bersama Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan dan Kepala Bagian Umum dan Protokoler Wiwiek Widiyanti. 

Sementara itu langkah Polda Jatim memeriksa Fuad Bernardi anak Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Vinsensius Awey. Politisi Partai NasDem ini menilai, apa yang dilakukan Polda Jatim sebagai upaya penegakan hukum yang tidak tebang pilih. "Waw, luar biasa ini sudah pasti membuat publik terkejut," ujarnya.

Menurut dia meski sudah sejak awal nama Fuad disebut dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, namun untuk pemanggilannya merupakan sikap serius pihak kepolisian. "Jangan berhenti, usut tuntas. Ini membuktikan Polisi tidak tebang pilih," tegas dia.

Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19

Awey tidak menampik sanaternya dugaan Fuad yang disebut-sebut masuk dalam jaringan mafia perizinan. Namun, dirinya tetap berpegang teguh pada asas praduga tak bersalah. "Kan masih sebatas saksi, jadi ya prinsip praduga tak bersalah tetap harus dipegang," katanya.

Seperti diketahui, inisial F sempat mencuat usai kasus amblesnya Jl Raya Gubeng akibat pembangunan basement  RS Siloam.

F diduga salah satu orang yang terkait dengan proses perizinan dan perencanaan. Bahkan, polisi sempat memasukan inisial F yang belakangan dikaitkan dengan nama Fuad Bernardi anak Walikota Surabaya ke dalam daftar calon tersangka.