MALANGTIMES - Hujan masih setia mengguyur berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Bahkan, terbilang intensitasnya masih tinggi. 

Kondisi tersebut menyebabkan beberapa wilayah terkena dampaknya. Salah satunya adalah peristiwa longsor di beberapa wilayah Kabupaten Malang, seperti yang terjadi di wilayah Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo.

Tebing tanah ambruk dan menutup jalan yang merupakan akses jalan wisata menuju Bromo Tengger Semeru (BTS). Sehingga jalur terseebut, saat terjadi longsor,  membuat arus lalu lintas menjadi tidak lancar dan terganggu.

Kondisi inilah yang membuat Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang harus kembali berjibaku untuk membereskan kondisi tersebut walaupun pada tahun anggaran 2019 ini, alokasi anggaran dan program terkait hal itu tidak ada.

"Kami memang tidak memiliki program dan tentunya anggaran untuk itu. Tapi tentunya kami tidak bisa berdiam diri juga. Petugas Bina Marga sejak dilaporkan adanya longsor telah melakukan peninjauan ke lokasi," kata Romdhoni, kepala DPUBM Kabupaten Malang, Kamis (28/03/2019).

Bukan hanya sekadar meninjau. Romdhoni juga mengatakan, pihaknya langsung melakukan perencanaan pembangunan di lokasi longsor yang menutup jalan tersebut. Petugas DPUBM Kabupaten Malang secara langsung melakukan pengukuran area yang longsor.

"Kami perlu cepat melakukan perbaikan jalan yang longsor karena ini akses jalan wisata sekaligus memang rute ramai masyarakat,"ujar mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang tersebut.

Disinggung anggaran yang akan dipakai untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, Romdhoni mengatakan akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Wakil Bupati Malang Sanusi. Pasalnya,  perbaikan tersebut tidak ada di pos anggaran DPUBM Kabupaten Malang tahun 2019 ini.

"Tidak ada di pos kamj. Karena itu,  kami akan koordinasikan dulu. Dengan kondisi kena longsor kemarin, perbaikan bisa menghabiskan Rp 600 juta," ucapnya.

Romdhoni menjelaskan, anggaran besar tersebut bukan hanya untuk perbaikan jalannya. "Tapi yang lebih mahal untuk anggaran rehabilitasi tebingnya. Kalau tidak ini yang dikuatkan dulu fondasinya, dimungkinkan bisa terjadi lagi longsor. Kalau aspalnya tidak terlalu mahal," imbuh dia.

Disinggung terkait pelaksanaan perbaikan jalan yang hampir setengahnya tertutup longsor serta membuat arus lalu lintas harus bergantian melaju dikarenakan sistem buka tutup, Romdhoni masih menunggu hasil dari konsultasinya dengan wabup Malang. "Sekali lagi di pos anggaran kami tidak ada untuk penanganan longsor. Kalau peningkatan kualitas jalan memang di jalur tersebut memang ada. Selain itu, kami selesaikan skema perbaikannya," urai Romdhoni yang menegaskan pihaknya akan segera melakukan berbagai perbaikan di jalur wisata tersebut.

Masyarakat pengguna jalur tersebut pun berharap banyak agar segera adanya perbaikan di wilayah tersebut. Pasalnya, dikhawatirkan adanya longsor susulan dikarenakan hujan masih terus turun dengan intensitas tinggi.
"Kami waswas saja kalau lewat jalur itu. Karena itu, kami berharap banyak agar pemerintah segera melakukan perbaikan," ucap Budiman yang kerap melalui jalur tersebut.