Quraish Shihab di UIN Malang. (Foto: Igoy/MalangTIMES)
Quraish Shihab di UIN Malang. (Foto: Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ada satu ungkapan Sayyidina Abu Bakar yang belum lama ini disampaikan oleh Quraish Shihab dalam Special Event Focus Group Discussion UIN Malang "Al-Qur'an dan Kaderisasi Calon Ulama" di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim belum lama ini.

"Ketidakmampuan akal Anda untuk mengetahui sesuatu, kesadaran akan ketidakmampuan itu, itulah pengetahuan," ujarnya.

"Karena pengetahuan itu bukan hanya akal. Hati juga," imbuhnya.

Baca Juga : Joko Susilo: Saya Ingin Berbeda Ketika Lawan Borneo FC

Lebih lanjut Quraish menjelaskan, cara mengenal Tuhan itu ada dua. Pertama yakni melalui nalar. 

Selama ini, pengenalan Tuhan melalui nalar itu melalui ilmu tauhid, aqidah, hingga filsafat.

Namun, Mantan Menteri Agama ini menegaskan, ada cara mengenali Tuhan melalui pencerahan kalbu.

"Jadi jangan pahami semata-mata harus melalui akal. Karena kalau anda ingin memahami Allah melalui akal lihatlah kenyataannya, kita berbeda-beda," terangnya.

Dijelaskan oleh pria berkacamata ini, kalau kita melakukan pendekatan mengenal Allah melalui kalbu, kita sepakat. Bahkan sepakat antar berbagai agama.

Baca Juga : Banyak Pemain Baru, Hendro Siswanto Sebut Itu Sinyal Bagus untuk Tim

Seperti yang diketahui, kita di Indonesia semua mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila pasal kesatu. Akan tetapi, penafsirannya ialah melalui akal.

Maka dari itu, pemahamannya pun berbeda-beda. Bahkan di kalangan umat Islam saja pemahaman tentang Tuhan berbeda-beda.

"Jadi kita selama ini mereduksi kemanusiaan kita. Semuanya hanya akal, akal, akal," pungkasnya.

Jadi, cara pembenaran itu bisa melalui nalar dan bisa melalui hati. Ada juga orang yang percaya semata-mata hanya karena hatinya senang.