Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH  (Doc MalangTIMES)

Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH (Doc MalangTIMES)



MALANGTIMES - Terus berupaya untuk menciptakan situasi keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) yang kondusif, terlebih lagi menjelang Pemilihan Presiden 2019, terus dilakukan Polres Malang kota.

Cara tersebut dilakukan dengan mengaplikasikan program-program yang sebelumnya telah dibuat, seperti Polisi Cinta Masjid dan Polisi RW.

Namun kali ini, dalam upaya menjaga kamtibmas, Polres Malang Kota melakukan cara dengan merangkul masyarakat menggunakan Bakso Malang. Namun jangan salah dulu, Bakso Malang bukan sembarang bakso seperti halnya yang biasa dimakan warga Malang.

Bakso Malang merupakan akronim dari Bincang Aksi Mencari Solusi dengan Masyarakat. Program tersebut, merupakan program yang digagas oleh Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri SIK, SH, MH.

Kemunculan program ini bermula dari, Asfuri  yang ingin mengangkat suatu ciri khas dari bumi Arema tersebut. Dari berbagai ciri khas, akhirnya terpilihlah Bakso.

Dari situ, kemudian nama Bakso dipilih dan kemudian diartikan menjadi bincang aksi mencari solusi. 

Kemudian, karena lokasinya berada di Kota Malang, dan ditambah juga Bakso merupakan ciri khas Malang, maka ditambahkan lah kata Malang, akhirnya melengkapi nama program tersebut menjadi Bakso Malang.

“Kalau istilah-istilah cangkruk kan itu sudah biasa dan umum di Jawa Timur. Saya nyari, mikir apa yang pas, apa yang jadi ciri khas, akhirnya terpilihlah nama Bakso. Apalagi kalau orang ke Malang selalu cari Bakso," bebernya

Lebih lanjut dijelaskan Asfuri, jika sebenarnya program ini sudah beberapa waktu lalu dilaksanakan. 

Program ini pertama kalia dimulai sekitar Februari lalu. Saat itu, Bakso Malang dilakukan di Kelurahan Bareng, Klojen, Kota Malang.

Tema yang diangkat dalam bakso Malang saat itu adalah bagaimana peran serta masyarakat dalam menciptakan Kamtibmas yang selalu kondusif ditahun-tahun panas mendekati pemilu.

"Denga langsung berkomunikasi Dnegan masyarakat, memang merupakan satu jurus jitu untuk mengetahui situasi lapangan sehingga bisa tercipta situasi yang kondusif.

Masyarakat sendiri merupakan elemen yan tak terpisahkan dengan Polri. 

Karena itulah, harus ada hubungan harmonis antara keduanya. 

Menjelang pemilu, peran masyarakat sendiri juga begitu penting, terlebih lagi di tengah kerawanan yang rawan memecah belah.

End of content

No more pages to load