MALANGTIMES - Kasus meninggalnya Jumatri (23) Senin (25/2) yang lalu kembali mencuat. Perempuan yang tinggal di RT 003 RW 001, Dusun Brukan, Desa Maron Kidul,  Kecamnatan Maron, Kabupaten Probolinggo, tersebut diduga meninggal tak wajar. Yakni diduga karena kelamin suaminya, Basar,  yang ukurannya tak wajar alias terlalu besar.

Kasus tersebut sempat dilaporkan Nedi Sito (55), orang tua Jumatri sendiri, usai pemakaman anaknya. Namun kasus itu tidak dilanjutkan karena selain laporannya dicabut setelah dimediasi kepolisian setempat, juga karena penyebabnya bukan akibat kelamin suaminya. Tetapi lantaran penyakit epilepsi Jumatri kambuh saat berhubungan badan dengan suaminya.

Hal tersebut ditegaskan Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto, Rabu (27/3) siang saat berada di Kota Probolinggo. Menurut dia, korban meninggal bukan lantaran kelamin suaminya yang ukurannya di atas normal. Tetapi karena saat pengantin baru itu berhubungan badan, epilepso sang istri kambuh. “Ya, penyebabnya itu. Karena korban punya riwayat penyakit epilepsi,” tegas kasat reskrim.

Selain berdasarkan keterangan orang tua korban, Jumatri memiliki riwayat penyakit seperti itu berdasarkan keterangan dokter. Penyidik juga telah memintai keterangan Basar, suami korban. dan melihat langsung alat vital yang bersangkutan. “Kami minta anunya ditunjukkan. Ternyata setelah saya lihat, ukurannya normal. Tidak besar seperti kabar yang beredar,” ungkapnya.

Sebelumnya, orang tua Jumatri melaporkan menantunya yang diduga menjadi penyebab kematian anaknya. Nedi melapor ke polisi lantaran mendengar informasi kalau alat vital menantunya (Basar) di atas normal. 

 AKP Riyanto kemudian menceritakan kronologi kejadian hingga Jumatri meninggal di atas ranjang. Malam itu, pasangan pengantin baru tersebut melaksanakan kewajibannya sebagai suami istri. Bahkan, menurut kasat reskrim, orang tua perempuan Jumatri sempat mengintip anaknya bercinta dengan suaminya. Tahu anaknya berhubungan badan, orang tua senang dan kembali tidur di kamarnya. “Si ibu senang melihat anaknya gituan. Ngintip sebentar, lalu si ibu kembali ke kamarnya,” cerita AKP Riyanto.

Malam itu, ibu Jumatri sendirian di kamarnya. Sedangkan Nedi tengah keluar dengan temannya untuk ngopi. 

Tahu menantunya keluar usai berhubungan suami istri, sang ibu kembali mengintip anaknya. “Melihat Jumatri tengkurap di atas dipannya sendirian, sang ibu balik lagi ke kamarnya. Dikira anaknya tidur akibat capek setelah bercinta dengan suaminya,” ujar kasat.

Paginya, Jumatri meninggal dunia dan setelah kepalanya diangkat dari mulutnya keluar busa meski tidak terlalu banyak. 

Warga pun heboh lantaran korban yang sehat walafiat tiba-tiba ditemukan meninggal. “Kronologinya seperti itu. Tidak benar kabar kelamin suami korban besar,” pungkas AKP Riyanto tanpa menjelaskan mengapa korban mengeluarkan busa dari mulutnya.