Menristekdikti Mohamad Nasir  (kemeja putih) di UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Menristekdikti Mohamad Nasir (kemeja putih) di UB. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Memasuki era revolusi industri 4.0, kompetensi sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Untuk itu, banyak perusahaan-perusahaan besar yang lebih memilih lulusan yang memiliki keahlian nyata.

Menanggapi fenomena ini, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan memperbanyak sarjana terapan melalui pendidikan vokasi.bMenteri Ristek Dikti Prof Mohamad Nasir PhD Ak mengatakan akan memperbanyak lulusan praktisi  yang didapat melalui pendidikan vokasi.

"Kami dorong ke praktisi nanti ke depan lebih banyak," tandasnya saat ditemui usai memberi kuliah umum kepada mahasiswa bidikmisi Universitas Brawijaya (UB), Rabu (27/3) di gedung Samantha Krida UB.

Salah satu upaya dalam hal ini, Kemenristekdikti baru saja memberangkatkan 100 mahasiswa ke Taiwan untuk pendidikan vokasi. Seratus mahasiswa itu akan belajar di sana selama dua tahun.

Sesuai peraturan, pendidikan vokasi D4 sendiri akan lulus sebagai sarjana terapan. Nah, sarjana terapan inilah lulusan praktisi yang ke depannya akan diperbanyak oleh Kemenristekdikti.

Dalam kuliah umum tersebut, kepada para mahasiswa bidikmisi, Nasir menyampaikan bahwa ijazah saja tidak cukup. Kompetisi mutlak diperlukan di era revolusi industri ini. "Saya harapkan tidak cukup Anda akan mendapatkan suatu ijazah saja. Harapan saya anda harus punya kompetensi," ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan mengenai banyaknya perusahaan raksasa dunia seperti Google, Apple, dan lain sebagainya yang mencari pekerja tidak cukup hanya tanya ijazah saja, melainkan juga keahlian yang dipunya.

"Oleh karena itu mahasiswa harus selalu meningkatkan kemampuan diri. Jangan cukup hanya kuliah. Kuliah itu kira-kira hanya 30-40 persen. 60 persen adalah pada Anda sendiri," tandasnya.

Untuk diketahui, mahasiswa bidikmisi yang kuliah di UB sendiri berjumlah 10.995 orang yang tersebar di berbagai fakultas. Sebagian dari mereka sudah lulus, melanjutkan S2. Bahkan ada yang sudah bekerja.

Tahun 2018 UB menerima mahasiswa bidikmisi 1290 orang. Sedangkan 2019 UB mendapat kuota bidikmisi sebesar 1.000-an. Jumlah tersebut kemungkinan bisa bertambah jika ada kuota tersisa.

Uang beasiswa bidikmisi yang diberikan kepada mahasiswa saat ini adalah Rp 700.000/semester dibayarkan langsung ke rekening mahasiswa. Sedangkan biaya pendidikan sebesar Rp 400.000/semester dibayarkan melalui rekening rektor.

End of content

No more pages to load