MALANGTIMES - Rencana Pemerintah Kota Malang untuk membuat parkir vertikal ternyata terdengar hingga ke negeri tetangga. Karena sampai sekarang, tercatat ada tiga negara yang datang langsung ke Kota Pendidikan ini untuk menawarkan sederet teknologi parkir vertikal yang dimiliki.

Kepala Badan Perencanaan, Pengembangan, dan Penelitian (Barenlitbang) Kota Malang, Erik Setyo Santoso menyampaikan, tiga pabrik yang mengirimkan proposal itu berasal dari Tiongkok (China), Singapura, dan Jerman.

"Dan saat ini teknologi yang ditawarkan di masing-masing pabrikan masih kami kaji," kata Erik pada wartawan usai melakukan pertemuan dengan salah satu produsen teknologi pabrik vertikal asal Tiongkok, Rabu (27/3/2019).

Dia pun menyampaikan jika sejauh ini setiap teknologi yang ditawarkan tersebut akan dipelajari lebih jauh lagi. Karena ada beberapa kriteria yang pastinya ditentukan dalam penerapan teknologi tersebut. Diantaranya harus sesuai dengan kontur Kota Malang, juga kualitas dari teknologi yang dikembangkan.

"Termasuk perawatannya juga kami telaah. Karena setelah membeli kita harus bisa merawat dengan baik. Kualitas kami utamakan, dan harapannya dengan harga yang tak terlalu tinggi," tambahnya.

Pria yang gemar berolahraga ini juga menyampaikan jika secara umum, parkir vertikal tersebut akan dibangun setinggi delapan lantai dengan luasan sekitar 400 meter persegi. Sedangkan untuk biaya yang akan dikeluarkan menurutnya masih belum dapat dipastikan.

"Kalau gambaran secara umum, dari yang dipaparkan Tiongkok tadi ada sekitar USD 9000 (atau dalam kurs rupiah saat ini senilai kurang lebih Rp 127 juta)," imbuhnya.

Erik menyampaikan jika rencana pembangunan parkir vertikal itu akan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Kota Malang. Dua diantaranya adalah gedung milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang di Jl. Majapahit dan kawasan belakang Balai Kota Malang (taman rekreasi kota).

"Kalau pakai lahan aset pemerintah, pasti tidak lagi mengeluarkan biaya lebih besar, dan kantor DLH rencana akan kembali ke Jl. Bingkil," urainya.

Pembangunan parkir vertikal di kawasan kantor DLH menurutnya seiring dengan rencana pembangunan kawasan Kayu Tangan. Karena di sana akan dijadikan sebagai pusat perekonomian dan pariwisata baru.

Sementara untuk kawasan belakang Balai Kota Malang, dikarenakan ada banyak kegiatan yang dilakukan di gedung pusat pemerintahan yang selama ini memakan jalan sebagai lahan parkir. Bukan hanya kawasan Balai Kota Malang, bahkan pemasangan parkir vertikal itu rencananya juga dilakukan di beberapa pusat layanan pemerintahan.

Mantan Kepala Dinas Pertamanan itu pun menyampaikan jika rencana parkir vertikal memang sudah dikaji lantaran kebutuhan. Di mana saat ini jumlah kendaraan di Kota Malang setiap harinya terus bertambah. Sehingga membuat kebutuhan akan parkir meningkat.

"Jika terus memanfaatkan parkir seperti sekarang, itu bisa semakin menyumbang kemacetan. Maka ini mau tidak mau memang harus dilakukan karena Malang keterbatasan lahan," jelas Erik.