Mendikbud Muhadjir Effendy saat mengunjungi SMK El Hayat. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)
Mendikbud Muhadjir Effendy saat mengunjungi SMK El Hayat. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Malang didatangi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Selasa (26/3). Muhadjir mendatangi tiga SMK, antara lain SMK PGRI dan SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang dan di SMK El Hayat Kota Malang.

Saat sidak di SMK El- Hayat, ia menyatakan, masih banyak wilayah-wilayah di Indonesia yang belum terjangkau oleh internet. Disebutkannya, jumlah peserta UNBK meningkat sekitar 91 persen menggunakan komputer, sedangkan sisanya di wilayah yang belum terjangkau jaringan. 

Oleh sebab itu, pelaksanaan ujian nasional pun masih menggunakan metode lama, yakni dengan mengisi jawaban di Lembar Jawaban Komputer (LJK).

"Tinggal 11 persen wilayah yang belum terjangkau oleh jaringan internet. Mudah-mudahan tahun depan bisa 100 persen," ungkapnya saat mengunjungi SMK El Hayat di Kedungkandang Malang.

Untuk diketahui, hari kedua pelaksanaan UNBK di SMK El Hayat tersebut berjalan dengan lancar. Tidak ada kendala server maupun komputer. "Hari ini UNBK lancar. Tidak ada kendala baik server maupun komputernya," ujar Muhadjir.

Lebih lanjut Muhadjir menyatakan, dengan diacaknya soal-soal UNBK, maka dengan otomatis tidak ada lagi kecurangan yang dilakukan oleh para siswa. Tidak ada juga kebocoran soal, soal yang diambil alih, dan lain sebagainya. Muhadjir yakin 99 persen tak ada kecurangan. "Saya yakin 99 persen tingkat kepercayaan akan tercapai. Mudah-mudahan nggak ada masalah tahun ini," tegasnya.

Nah, apabila ada masalah saat UNBK, pihaknya siap segera mengevaluasi. "Pasti nanti setelah ujian selesai akan kamo evaluasi. Kami sempurnakan. Yang belum akan kami tingkatkan," tandasnya.

Muhadjir juga mengapresiasi SMK El Hayat. Dimana bantuan USB 2016 yang diterima oleh SMK El Hayat senilai Rp 2,6 miliar, namun dalam pelaksanaannya bangunan diprediksi bisa bernilai lebih Rp 3,5 miliar. “Artinya saat bantuan diserahkan swakelola, pihak sekolah berani menambah dana agar sekolah sangat layak. Saya puas mengunjungi SMK El Hayat. Meski di pondok, namun sarananya lumayan lengkap,” pungkasnya.