Mendikbud Muhadjit Effendi saat meninjau ruang kelas yang kosong di SMKN 1 Batu, Selasa (26/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Mendikbud Muhadjit Effendi saat meninjau ruang kelas yang kosong di SMKN 1 Batu, Selasa (26/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peralatan masak modern, perluasan lahan, hingga Education Hotel (Edotel) merupakan fasilitas yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy saat inspeksi mendadak (sidak), Selasa (26/3/2019). 

Fasilitas itu diberikan untuk menunjang Kota Batu sebagai kota destinasi wisata. Fasilitas yang diberikan kepada SMKN 1 Batu jurusan perhotelan dan tata boga yang nantinya lulusannya itu bisa bekerja di Kota Batu. “Di sini itu sudah bagus, cuman banyak keterbatasannya, seperti tata boga peralatannya masih jadul gak modern,” kata Muhadjir.

Lalu keterbatasan lahan di sana yang perlu diperluas, melihat banyaknya masyarakat yang tertarik kepada sekolah tersebut. Sehingga selain dibantu peralatan tata boga juga perlu penambahan lahan. Saat ini, luas sekolah 2.200 meter, padahal standartnya adalah 5.000 meter. “Lahan di Kota Batu ini masih banyak, bisa pakai atau dicarikan yang lahan provinsi untuk pengembangan bangunan,” imbubya saat di SMKN 1 Batu.

Selain itu ia meminta agar adanya Education Hotel untuk dibangun terpisah. Dibangunnya hotel khusus ini agar sesuai yakni one general manager one SMK, meskipun di Kota Batu memiliki banyak hotel. “Karena di sini ada jurusan hotel perlu ada Edutel khusus sekolah. Jadi gak perlu ke luar hotel lainnya, karena Kota Batu ini destinasi wisata,” jelas mantan Rektor UMM ini.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Batu Joko Santoso menambahkan, memang peralatan jurusan tata boga itu tidak memenuhi kurikulum yang mengacu pada hotel. Contohnya kompor yang digunakan belum modern, sehingga Mendikbud memberikan bantuan tersebut.

“Alatnya kompor masih biasa untuk dapur, padahal kurikulum yang kita pakai mengacu pada hotel. Saat mereka magang kompor yang dihadapi berbeda menyebabkan kompetensi jadi beda,” ungkap Joko.

Selain pihaknya juga akan ada kelas barista yang merupakan bagian dari jurusan tata boga. Hanya saja peralatan itu harganya mencapai Rp 80 juta. “Melihat saat ini peluang kerja yang cukup banyak dan besar barista sehingga kita perlu ada alat ini dan akhirnya mendapatkan bantuan ini,” jelasnya.