Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan tanda tangan di SMKN 1 Batu, Selasa (26/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Mendikbud Muhadjir Effendy saat memberikan tanda tangan di SMKN 1 Batu, Selasa (26/3/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mempersilahkan kepada daerah memberikan bantuan kepada untuk SMA/SMK di daerahnya. Namun bantuan itu bisa diberikan melalui skema hibah. “Masak anak-anaknya sendiri di daerah gak diperbolehkan, karena yang menikmati juga anak-anak Kota Batu,” kata Muhadjir, kepada batutimes.com Selasa (26/3/2018). 

Ia menambahkan bantuan itu bisa diberikan kepada pelajar SMA/SMK dengan cara skema hibah. Dengan demikian bantuan itu bisa diberikan kepada para pelajar di setiap daerah. “Melalui skema hibah karena itu harus ada kesepakatan antara Pemeritah Provinsi dan Pemerintah Daerah,” imbuhnya saat inspeksi mendadak (sidak) di Kota Batu. 

Sebab, saat ini kewenangan untuk SMA/SMK  diambilalih oleh PemprovJatim. Sehingga segala sesuatunya melalui Pemprov Jatim. Kondisi itu menyebabkan pada tahun 2019 ini Pemkot Batu yang telah menganggarkan dalam APBD Pelajar untuk SMA/SMK/SLBN/MA di Kota Batu terpaksa menghapus bantuan tersebut. Padahal Anggaran Perubahan Belanda Daerah (APBD) Kota Batu tahun 2019. Nilainya sejumlah Rp 20 miliar. Jika tetap diberikan melalui lembaga akan menyalahi aturan dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuagan (BPK).