Pohon tumbang yang menimpa mobil (Doc MalangTIMES)
Pohon tumbang yang menimpa mobil (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang saat ini telah memiliki program asuransi pohon. 

Baru tahun pertama menerapkan program tersebut, Disperkim langsung digeruduk aduan dari para korban pohon tumbang. 

Dengan program tersebut, masyarakat yang menjadi korban bencana pohon tumbang, bisa mengajukan claim asuransi dengan persyaratan tertentu.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Disperkim Kota Malang, Ir Kuncahyani menjelaskan jika setelah adanya asuransi tersebut, memang terdapat 24 titik kejadian mengenai adanya pohon kota yang tumbang di Kota Malang pada 19 Februari 2019.

Dari kejadian tersebut, terdata 26 pelapor yang menjadi korban dengan beberapa kerusakan akibat tertimpa pohon seperti 11 mobil tujuh motor enam bangunan serta dua orang yang mengalami luka.

Namun setelah itu, mereka yang menjadi korban kemudian langsung melaporkan hal tersebut ke pihak Disperkim Kota Malang dengan membuat surat penyataan telah menjadi korban yang ditandatangani dan bermaterai. 

Selain itu, mereka juga harus melampirkan bukti-bukti foto pendukung setelah menjadi korban pohon tumbang.

"Waktunya untuk melapor 3 x 24 jam setelah kejadian. Setelah melapor ke dinas disertai sejumlah persyaratan, dinas meneruskan ke pihak Asuransi Bumi Putera Muda. Lalu pihak asuransi yang akan menghubungi. Tentunya program ini sangat membantu ," bebernya. 

Lebih lanjut dijelaskan Yani, sapaan akrab Kabid Pertamanan tersebut, untuk berapa claim dari para korban, nantinya tergantung dari nilai yang ditentukan pihak asuransi.

"Bukan dinas yang menentukan tapi pihak asuransi yang menentukan nominalnya. Tergantung kondisi kerusakannya seperti apa. Namun informasinya maksimal klaim Rp 15 juta. Jadi nantinya misalkan servis  habis Rp 50 juta, claim asuransinya Rp 15 juta dan sisanya ditanggung oleh pemilik," tuturnya.

Asuransi pohon ini memang sebagai bentuk kepedulian Pemkot Malang. 

Pihaknya berharap agar program tersebut bisa meringankan beban masyarakat yang menjadi korban dari pohon tumbang.

Sebelumnya, mulai tahun 2019 ini masyarakat yang menjadi korban pohon tumbang di Kota Malang mendapat perhatian serius Pemkot Malang. 

Masyarakat bisa mengajukan ganti rugi jika menjadi korban dari musibah pohon tumbang.

Hal tersebut bisa direalisasikan setelah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang mengeluarkan terobosan yang jarang dilakukan pemerintah lain di Indonesia yakni memberlakukan asuransi pohon.

Asuransi yang baru pertama kali dimulai di Kota Malang ini, dilakukan Disperkim dengan bekerjasama dengan Asuransi Bumi Putera.

Disperkim membayar premi sebesar Rp 155 juta selama setahun dan nilai pertanggungjawaban pihak asuransi maksimal sebesar Rp 1,5 miliar selama setahun.