Lokasi yang diduga akan dibangun Sky bridge penghubung RSI Aisyiyah dengan klinik diseberangnya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Lokasi yang diduga akan dibangun Sky bridge penghubung RSI Aisyiyah dengan klinik diseberangnya (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebuah rumah sakit di Kota Malang, yang berada dikawasan Jalan Sulawesi, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen, Kota Malang, yakni Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang dikabarkan tengah berencana untuk membangun Sky Bridge atau jembatan penyeberangan yang menghubungkan dua tempat.

Dari informasi yang didapat, pihak rumah sakit akan membangun jembatan yang menghubungkan rumah sakit dengan klinik yang berada di seberang rumah sakit dan melintang di atas Jalan Seram.

Pantauan di lokasi yang diduga akan dibangun Sky Bridge tersebut, memang terdapat sebuah rangka besi yang melintang antara rumah sakit dan klinik dan sudah berdiri kokoh dengan beberapa kuli yang bekerja.

Namun kabar yang beredar, dalam proses pembangunan Sky Bridge tersebut, pihak rumah sakit belum melakukan proses perizinan sehingga dalam pembangunannya dihentikan oleh pihak Pemkot Malang.

Terkait hal itu, MalangTIMES mencoba mengkonfirmasi tentang kebenaran pembangunan Sky Bridge yang dikabarkan dihentikan oleh pemkot tersebut. Di sana MalangTIMES mencoba menemui Humas RSI Aisyiyah melalui bagian informasi.

Setelah menunggu beberapa saat dan menyampaikan tujuan MalangTIMES, kemudian MalangTIMES ditemui oleh seorang wanita berhijab bernama Erni yang merupakan perwakilan humas rumah sakit.

Setelah itu, ia sempat mengatakan jika tidak punya wewenang untuk menentukan keterangan mengenai hal tersebut dan akan menyampaikan maksud dan tujuan MalangTIMES ke pihak direksi. Tak berselang lama, kemudian ia masuk kedalam ruangan hingga akhirnya keluar kembali dan menyampaikan agar menemui Kepala Bidang Administrasi bernama Farida di lantai 6.

Dan sembari menuju lift untuk ke lantai 6, MalangTIMES mengamati situasi sekitar rumah sakit. Dari pengamatan, meskipun terdapat beberapa kuli bangunan, memang tidak terlihat aktivitas mencolok yang memperlihatkan adanya pembangunan jembatan rumah sakit. Yang ada hanya kuli bangunan yang sedang melakukan perbaikan pada beberapa bagian ruang sakit.

Tiba di lantai 6, MalangTIMES kembali disambut oleh seseorang wanita berjilbab, yang kembali lagi menyampaikan maksud dan tujuan datang ke RSI Asiyiyah. Setelah menyampaikan maksud kedatangan untuk konfirmasi Sky Bridge , iapun mulai memberi penjelasan.

Diungkapkanya, jika terkait Sky Bridge, pihaknya menjelaskan jika saat ini belum melakukan proses pembangunan. Pihaknya masih melakukan pengajuan izin ke dinas terkait perihal pembangunan Sky Bridge.

"Saat ini proses perizinan memang masih dalam proses pengajuan, baik itu Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL), jadi ya belum ada pembangunan karena proses pengajuan dan belum turun izinnya. Dan saat ini prosesnya sedang berjalan di pemkot," bebernya (26/3/2019).

Terkait fungsi dari Sky Bridge nantinya, pihak rumah sakit sendiri juga enggan membeber jelas, apakah nantinya digunakan untuk penyeberangan para pasien atau memang digunakan sebagai tempat penyeberangan pihak internal rumah sakit.

"Kira-kira kalau menurut mas, kami pelayanan rumah sakit untuk siapa ya?.  Namun yang jelas terkait perizinan sudah kami sampaikan dan di sana juga terdapat lampiran, sehingga kami tidak bisa menyampaikannya serta merta," jelasnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa jika terkait rangka besi merah yang berada di luar melintas di jalan, bukanlah merupakan tangga jembatan. Ditegaskannya, jika itu merupakan sebuah jalur dari hydrant.
Namun ketika ditanya terkait lokasi pasti pembangunan rumah sakit, pihaknya enggan untuk mengungkapkan.

"Itu jalur hydrant dan sudah lama ada. Bukan kami membangun jembatan, kalaupun ada pembangunan gedung di seberang itu membangun di area kami sendiri. Nggak ada connecting dengan area Sky Bridge.

Namun yang jelas kami selalu patuh terhadap aturan yang ditetapkan pemerintah dan selalu berkomunikasi dengan pihak Dinas lingkungan Hidup (DLH) maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Kami tak pernah melakukan pembangunan tanpa perizinan," pungkasnya.