Quraish Shihab (tengah) dan Rektor UIN Malang Abdul Haris (paling kanan). (Foto: Igoy/MalangTIMES)

Quraish Shihab (tengah) dan Rektor UIN Malang Abdul Haris (paling kanan). (Foto: Igoy/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Muhammad Quraish Shihab menilai bahwa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang adalah kampus yang hebat karena memiliki ma'had, bahkan lebih hebat dari yang ia rasakan di Mesir.

Hal ini ia sampaikan ketika menjadi pembicara Special Event Focus Group Discussion UIN Maulana Malik Ibrahim "Al-Qur'an dan Kaderisasi Calon Ulama" bersama M. Quraish Shihab di Gedung Rektorat, Selasa (26/3).

"Ini hebatnya UIN karena ada ma'hadnya. Di mana-mana ada UIN tapi tidak ada ma'hadnya," ujarnya.

Ma'had sendiri menurut Quraish merupakan salah satu sumber ilmu. Dikatakan oleh mantan Menteri Agama tersebut, ilmu tidak diperoleh melalui proses belajar mengajar. Ilmu, menurutnya, adalah cahaya yang ditancapkan Allah ke hati siapa yang ingin atau yang hendak diberi petunjuk oleh Allah.

"Yang kita pelajari itu proses belajar mengajar. Yang Anda dapat dari situ bukan ilmu. Di ma'had itulah diajarkan ilmu," tandasnya.

Dalam penjelasannya, Quraish sempat bercerita bahwa ia menimba ilmu selama 15 tahun di Mesir dan 1,5 tahun di salah satu pesantren di Malang. Namun, ia menegaskan bahwa apa yang diperolehnya di Malang jauh lebih berharga daripada di Mesir. Alasannya, karena gurunya ikhlas.

"Selalu saya katakan Malang inilah sebenarnya tempatnya orang belajar," tegasnya.

UIN Maulana Malik Ibrahim sendiri akan membuat lembaga semacam Pusat Studi Al-Qur'an (PSQ) yang disebut dengan Laboratorium Al-Qur'an. Lab ini merupakan suatu lembaga yang dimaksudkan untuk mengkaji, mempelajari, memahami, dan meneliti ajaran-ajaran Allah yang ada di dalam Al-Qur'an. Kemudian, sebagian di antara itu akan dieksperimenkan.

Menurut Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag, hal-hal yang bersifat muamalah dan semacamnya dikaji dengan matang untuk kemudian disebarkan ke masyarakat pada umumnya.

"Oleh karena itu kita harapkan bahwa lab ini akan bermanfaat bagi kaderisasi ulama," ujarnya.

Untuk diketahui, UIN Malang mengawali program ma'had dimana selama ini ditempati oleh mahasiswa semester 1 dan 2. Bahkan untuk mahasiswa kedokteran tidak hanya dua semester, melainkan 4 semester atau 2 tahun.

"Nah, di antara 3500 mahasiswa ma'had itu, diambil satu persen untuk ditempatkan di asrama di Laboratorium Al-Qur'an. Itu harapannya dari mereka lah nanti muncul para ulama, cendekiawan muslim, minimal jadi kiai kampung," jelas Haris.

Atas nama pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim, Haris menghaturkan banyak terima kasih kepada Quraish Shihab yang bersedia hadir di UIN Maulana Malik Ibrahim.

End of content

No more pages to load