Polres Blitar Kota mengamankan pelaku Sugiarti dan BB uang palsu.(Foto : Team BlitarTIMES)
Polres Blitar Kota mengamankan pelaku Sugiarti dan BB uang palsu.(Foto : Team BlitarTIMES)

MALANGTIMES - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota menangkap Sugiarti (41), perempuan asal Purbalingga Jawa Tengah, Senin (25/03/2019).

Sugiarti diamankan petugas kepolisian setelah dilaporkan Muhammad Al Maftuh atau Maftuh (32) yang juga korban, warga Dusun Pangkru, Desa Bendowulung, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, seusai menerima uang palsu dari Sugiarti.

Maftuh merupakan pedagang kue basah di Pasar Srengat. Saat itu, Sugiarti membeli kue basah dagangan Maftuh dengan menggunakan uang palsu senilai Rp 100.000 an. Maftuh awalnya tidak mengetahui jika uang yang digunakan transaksi pembelian adalah uang palsu.

Ketika sampai rumah sedari berdagang, Maftuh baru menyadari jika uang dari Sugiarti untuk membeli dagangannya ialah uang palsu. Mengetahui itu, Maftuh melaporkan peristiwa yang ia alami ke Polsek Srengat yang kemudian diteruskan ke Reskrim Polres Blitar Kota.

"Kejadiannya kemarin (Senin, 25 Maret 2019), kami menerima laporan masyarakat bahwa ada seorang wanita yang berbelanja di Pasar Srengat menggunakan uang palsu. Kasus tersebut ditangani oleh petugas, namun sudah diamankan terlebih dulu oleh korban. Saat dilakukan penangkapan, ditemukan di tangan pelaku uang empat ratus ribu yang mirip dengan uang asli," jelas Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, kepada awak media saat press conference kasus ini di Mapolres Blitar Kota, Selasa (26/83/2019).

Ketika dikonfirmasi Adewira, Sugiarti mengaku sebelumnya mendapat uang palsu dari Wardi lelaki asal Kediri. Wardi merupakan kekasih Sugiarti. Sugiarti menjalin hubungan dekat sejak lima bulan yang lampau sejak awal bertemu di Jakarta ketika bekerja di sebuah perusahaan konveksi.

Karena akan dinikahi Wardi, Sugiarti mengaku diajak pulang Wardi ke Kediri. Namun, ketika akan sampai di Kediri, Sugiarti diturunkan di Pasar Srengat untuk berbelanja dan diberikan uang palsu dari Wardi. "Wardi saat ini masih dalam pengejaran. Anggota kami tengah melakukan lidik," terangnya. 

Dari hasil penangkapan, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) lembar uang pecahan Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah) yang diduga palsu disita dari pelapor. Sebanyak 3 (tiga) lembar uang pecahan Rp 100.000,-  (seratus ribu rupiah) yang diduga palsu disita terlapor. Uang kembalian belanja Rp 95.000 (sembilan puluh lima ribu rupiah). Sebanyak 1 (satu) buah kantong plastik berisi 15 biji Kue basah dan 1 (satu) buah tas warna ungu.

Atas perbuatan yang dilakukan Sugiarti, lanjut Adewira, Sugiarti dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) UU. RI. Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dan diancam pidana penjara 15 tahun. "Kami berpesan kepada masyarakat agar lebih jeli dan waspada dengan aktivitas perputaran atau uang di tengah-tengah masyarakat. Itu mesti dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan peredaran uang palsu," pungkasnya.(*)