MALANGTIMES - Setelah menerima tugas dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) untuk melakukan pembinaan anak bermasalah dengan hukum, selanjutnya Yayasan Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, akan melaksanakan amanah dengan mendidik MH, anak berusia 16 tahun di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh yang berada di Jalan Joyo Agung 2 Merjosari, Kota Malang.

"Dia akan mengikuti semua kegiatan yang ada di ponpes Bahrul Maghfiroh," ujar Hartono, Ketua Yayasan Bahrul Maghfiroh kepada MALANGTIMES (TIMES INDONESIA NETWORK) pada Kamis (3/9/2015).

Hartono menyampaikan akan melakukan evaluasi terhadap MH terkait dengan tingkat pendidikannya untuk disesuaikan dengan kegiatan yang ada di Ponpes.

"Setiap pagi ada kegiatan pendidikan formal. Malamnya akan diikutkan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan," ujarnya.

MH akan bergabung dengan para santri dan mengikuti seluruh kegiatan yang ada di Ponpes Bahrul Maghfiroh. "Tujuannya agar dia bisa beradaptasi," ucap Hartono seusai acara penyerahan anak.

MH wajib menaati dan mengikuti peraturan yang berlaku di ponpes yang diasuh oleh KH Gus Lukman Al Karim ini.

Ditanya terkait lama waktu pembinaan MH, Hartono menjawab belum ditentukan. "Sementara kita tampung dulu sampai batas waktu yang belum ditentukan," ujarnya.

MH, mantan pelajar SMA kelahiran Bangkalan ini baru saja menjalani masa pembinaan selama 10 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus (LPKA) Klas I Blitar. Dia terbukti melakukan tindak pidana pencurian sepeda motor.

"Masa pembinaan di LPKA Blitar berakhir hari ini, langsung dibawa ke sini untuk mendapat pembinaan lanjutan dengan konsep pendidikan pesantren dan pendidikan formal," pungkas Hartono.‎ (*)